nasional

PP TUNAS Resmi Berlaku, Anak Indonesia Dilindungi dari Konten Berbahaya di Dunia Digital

KS1
Minggu, 5 Oktober 2025 | 20:43 WIB
PP TUNAS Resmi Berlaku, Anak Indonesia Dilindungi dari Konten Berbahaya di Dunia Digital. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah menegaskan langkah nyata untuk melindungi anak-anak Indonesia melalui tiga strategi terpadu: kesehatan dan gizi, pengawasan digital, serta penguatan budaya.

Langkah ini sejalan dengan diterapkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).

Sejak berlaku pada 28 Maret 2025, PP TUNAS mewajibkan seluruh platform digital agar melindungi anak dari konten berbahaya. Langkah yang diterapkan meliputi filter konten, verifikasi usia, dan kontrol orang tua.

“Platform digital wajib menyediakan filter konten, verifikasi usia, dan kontrol orang tua. Anak-anak berhak tumbuh aman, sehat, dan terlindungi,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, saat menghadiri pertunjukan budaya di Pura Mangkunegaran Solo, Sabtu (4/10/2025).

Selain pengawasan digital, pemerintah juga menekankan pentingnya asupan gizi dan kesehatan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) disiapkan untuk memastikan anak-anak mendapatkan nutrisi seimbang dan pemeriksaan rutin agar tumbuh optimal secara fisik maupun mental.

Kemkomdigi berperan memastikan informasi program mudah diakses dan dipahami masyarakat, sehingga orang tua dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal.

Budaya: Membangun Karakter dan Identitas Bangsa

Selain gizi dan digital, penguatan nilai-nilai budaya menjadi fondasi pembentukan karakter anak. Aktivitas seperti kunjungan ke Mangkunegaran memberikan pengalaman langsung bagi generasi muda untuk memahami akar budaya dan kearifan lokal.

“Ruang digital tidak boleh mendominasi kehidupan anak. Mereka tetap perlu bersentuhan dengan budaya dan pengalaman nyata. Sinergi budaya, literasi digital, dan konten positif menjadi bagian penting dari pendidikan karakter,” jelas Menkomdigi.

Dengan strategi tiga pilar ini, pemerintah menargetkan anak-anak Indonesia tumbuh aman di dunia digital, sehat jasmani, dan kuat secara budaya.

Pendekatan ini sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air, penghormatan terhadap kearifan lokal, dan karakter kebangsaan, sebagai persiapan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Anak-anak tidak hanya terlindungi secara digital, tetapi juga mendapatkan ruang belajar yang menumbuhkan cinta tanah air dan membangun karakter bangsa,” tutup Menkomdigi.(ks01)

Tags

Terkini