nasional

Kapolda Jatim Jelaskan Pendataan Korban Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

KS1
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 08:30 WIB
Kapolda Jatim Jelaskan Pendataan Korban Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (KlikSoloNews/dok)

SIDOARJO, KLIKSOLONEWS.COM – Kapolda Jawa Timur, Irjen Nanang Avianto, menjelaskan bahwa pendataan korban ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, dibagi ke dalam tiga klaster: santri, pengurus pesantren, dan pekerja pembangunan.

“Kami bagi dalam tiga klaster agar petugas mudah melacak keberadaan penghuni yang tercatat berada di pesantren saat bangunan runtuh,” ujar Kapolda, Jumat (3/10/2025).

Menurut Kapolda, sebagian besar pendataan awal telah mencakup santri dan pengurus, sementara identifikasi pekerja masih terus dilakukan. Meski demikian, prioritas utama sejak awal adalah penyelamatan korban.

“Tahapan awal kami mengutamakan pertolongan kepada korban, sambil melakukan pendataan,” tambahnya.

Setelah masa golden time berakhir, proses evakuasi difokuskan pada pembersihan material. Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Damkar, dan relawan terus dikerahkan untuk mempercepat pencarian korban.

Hingga kini, terdapat sekitar 58 orang yang belum diketahui keberadaannya pascaambruknya musala. Lima jenazah terbaru telah dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi menggunakan data biometrik, DNA, dan barang pribadi korban.

“Pendataan awal memanfaatkan data Dukcapil, termasuk sidik jari, retina mata, darah, serta properti seperti pakaian. Semua sedang kami identifikasi,” jelas Kapolda.

Kapolda menekankan bahwa seluruh proses dilakukan secara transparan melalui posko pendataan yang dapat diakses media. Ia juga menekankan pentingnya standar spesifikasi bangunan dan perizinan agar insiden serupa tidak terjadi di masa mendatang.

“Apapun yang terjadi harus kita terima sebagai kondisi kecelakaan, dan ini menjadi pembelajaran penting bagi kegiatan pembangunan,” tutup Kapolda Nanang Avianto.(ks01)

Tags

Terkini