nasional

DPRD Inginkan Tempat Pemakaman Umum di Solo dari Horor Jadi Ruang Publik yang Nyaman dan Asri

KS1
Jumat, 3 Oktober 2025 | 07:00 WIB
DPRD Inginkan Tempat Pemakaman Umum di Solo dari Horor Jadi Ruang Publik yang Nyaman dan Asri. (KlikSoloNews/dok AI)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Pemakaman di Kota Bengawan ke depan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat yang identik dengan kesan horor.

Melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Taman Pemakaman, DPRD Kota Solo berupaya mengubah wajah Tempat Pemakaman Umum (TPU) menjadi lebih tertata, hijau, sekaligus berpotensi menjadi destinasi wisata religi dan sejarah.

Ketua Pansus Raperda, Yudha Sindu Riyanto, menjelaskan bahwa pembahasan Raperda ini tidak hanya menyangkut sisi administratif, tetapi juga menjawab kebutuhan jangka panjang masyarakat Solo terkait layanan pemakaman.

“Lahan TPU semakin terbatas, sehingga kita harus mencari solusi tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga ke depan. Jangan sampai ketika warga membutuhkan makam, pemerintah tidak siap,” tegas Yudha.

Yudha menilai, sudah saatnya pemakaman di Solo diubah persepsinya. TPU perlu dirancang sebagai ruang publik yang ramah, rapi, dan nyaman, sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi warga.

“Stigma makam sebagai tempat menyeramkan harus kita ubah. TPU bisa menjadi taman kota, ruang hijau, bahkan destinasi wisata religi maupun sejarah,” jelasnya.

Ia mencontohkan pemakaman di berbagai kota di Eropa yang ditata profesional sehingga ramai dikunjungi wisatawan. Di Solo, TPU Bonoloyo disebut memiliki potensi serupa karena menyimpan sejarah panjang dan sudah menjadi lokasi tradisi nyadran warga.

Standarisasi Fasilitas dan Digitalisasi

Dalam draf Raperda, pemakaman akan dibagi dalam tiga kategori: TPU (umum), taman pemakaman bukan umum, dan taman pemakaman khusus. Meski begitu, layanan di TPU tetap gratis agar masyarakat tidak terbebani.

Selain itu, akan ditetapkan standar fasilitas mulai dari drainase, tempat ibadah, kamar kecil, area parkir, hingga pencahayaan untuk pemakaman malam hari.

“Bayangkan kalau ada aplikasi pencarian lokasi makam. Tinggal ketik nama, langsung muncul titiknya. Ini akan membantu keluarga yang kesulitan mencari makam kerabat,” ungkap Yudha.

Lebih jauh, Yudha menekankan bahwa taman pemakaman adalah bagian dari tata ruang kota. Jika dibiarkan kumuh, TPU justru merusak estetika. Sebaliknya, bila ditata dengan baik, makam bisa berfungsi ganda: sebagai ruang hijau, tempat ziarah yang nyaman, sekaligus ikon kota yang layak dibanggakan.

“Bukan hanya soal kubur. Ini tentang mempercantik wajah kota. Pemakaman yang rapi dan asri akan memberi nilai tambah bagi Solo,” pungkas Yudha.(KS01)

Tags

Terkini