nasional

Hotman Paris Protes Bunga Deposito Turun, Menkeu Purbaya: Itu Tujuan Kami untuk Dorong Ekonomi Menteri

KS1
Selasa, 23 September 2025 | 14:54 WIB
Hotman Paris Protes Bunga Deposito Turun, Menkeu Purbaya: Itu Tujuan Kami untuk Dorong Ekonomi Menteri. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali jadi sorotan, kali ini bukan karena kasus hukum, melainkan soal bunga deposito.

Ia mengaku kecewa setelah mengetahui bunga deposito miliknya turun usai memperpanjang simpanan di bank.

Cerita itu disampaikan langsung Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Senin 22 September 2025..

Menurut Purbaya, keluhan Hotman justru menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah mulai menunjukkan dampak nyata.

“Pak Hotman Paris protes sama saya. Katanya rugi karena bunga deposito turun setelah perpanjangan. Tapi memang itu tujuan kami, agar uang lebih banyak berputar di masyarakat,” ungkap Purbaya.

Pemerintah sebelumnya menyalurkan Rp200 triliun dana murah ke sejumlah bank besar seperti Mandiri, BNI, BRI, BTN, hingga BSI. Dana tersebut ditempatkan dengan bunga rendah dan tenor enam bulan yang bisa diperpanjang.

Rinciannya antara lain Rp55 triliun di Bank Mandiri, Rp55 triliun di BNI, Rp55 triliun di BRI, Rp25 triliun di BTN, dan Rp10 triliun di BSI.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perbankan sekaligus menurunkan biaya dana (cost of fund). Dengan biaya lebih rendah, bank diharapkan lebih agresif menyalurkan kredit ke masyarakat dan dunia usaha.

Kenapa Bunga Deposito Harus Turun?

Purbaya menegaskan penurunan bunga deposito bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan strategi untuk menggerakkan ekonomi. Jika bunga terlalu tinggi, masyarakat cenderung menahan uang di bank ketimbang membelanjakannya.

“Kalau deposito tinggi, uang numpuk di bank. Kalau rendah, orang akan belanja, konsumsi naik, ekonomi bergerak. Itu yang kami dorong,” jelasnya.

Meski sempat membuat Hotman Paris kecewa, pemerintah optimistis kebijakan ini memberi manfaat luas. Dengan peredaran uang lebih cepat, konsumsi rumah tangga dan investasi swasta akan meningkat, yang pada akhirnya memperkuat perekonomian nasional.

“Kalau Pak Hotman belanja lagi atau bagi-bagi ke orang, ya ekonomi jalan. Justru itu yang kita harapkan," tegas Menkeu Purbaya.

Penurunan bunga deposito memang terasa merugikan sebagian nasabah besar. Namun bagi pemerintah, kebijakan ini adalah kunci mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dengan Rp200 triliun dana segar yang disalurkan ke perbankan, roda perekonomian diharapkan bergerak lebih cepat menuju pemulihan dan pertumbuhan berkelanjutan.(ks01)

Tags

Terkini