nasional

Habib Umar Al-Muthohar Ajak Demo Damai Tanpa Anarkisme di Jawa Tengah

KS1
Kamis, 18 September 2025 | 09:00 WIB
Habib Umar Al-Muthohar Ajak Demo Damai Tanpa Anarkisme di Jawa Tengah. (KlikSoloNews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Aksi unjuk rasa di sejumlah kota di Jawa Tengah yang sering disertai insiden perusakan fasilitas umum menuai perhatian banyak pihak.

Salah satunya datang dari ulama kharismatik, Habib Umar Al-Muthohar dari Pondok Pesantren dan Majelis Ta’lim Al Madinah Cepoko, Gunungpati, Kota Semarang.

Ia memberikan pesan menyejukkan kepada masyarakat dan aparat keamanan agar tetap menjaga ketertiban serta kedamaian.

Dalam wawancara pada Rabu 17 September 2025, Habib Umar mengingatkan bahwa demonstrasi adalah hak konstitusional masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan dengan cara yang bertanggung jawab, santun, serta sesuai aturan hukum.

“Saya berharap khususnya adik-adik mahasiswa agar benar-benar menyampaikan pendapat sesuai jalurnya. Demonstrasi tidak seharusnya dibarengi aksi perusakan karena akan merugikan masyarakat luas,” tegas Habib Umar.

Menurutnya, tujuan utama unjuk rasa adalah memperbaiki keadaan. Karena itu, tindakan anarkis seperti pembakaran, perusakan fasilitas umum, hingga kekerasan lainnya justru mencederai esensi demonstrasi.

Habib Umar menegaskan agar masyarakat tetap konsisten pada jalur yang benar, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan aspirasi yang santun. “Insyaallah, jika dilakukan sesuai aturan, hasil demonstrasi akan lebih diterima,” ujarnya.

Tak hanya kepada masyarakat, Habib Umar juga menitip pesan untuk aparat keamanan agar mengedepankan pendekatan humanis dalam mengawal aksi. Ia menilai Polri sudah bekerja sesuai SOP dalam menjaga keamanan unjuk rasa.

“Saya mendukung aparat kepolisian untuk tetap profesional dan humanis. Saya apresiasi karena sudah menjaga situasi tetap kondusif sehingga kerusakan tidak meluas,” katanya.

Habib Umar menekankan ketertiban dan keamanan hanya bisa terwujud apabila masyarakat dan aparat saling memahami peran masing-masing.

Masyarakat diharapkan menyampaikan aspirasi secara tertib, sementara aparat tetap profesional menjaga keamanan tanpa kekerasan berlebihan.

“Mari bersama-sama menjaga kedamaian Jawa Tengah dengan menyampaikan pendapat secara tertib, serta aparat yang profesional. Dengan begitu, aspirasi tersampaikan dan persaudaraan tetap terjaga,” tandas Habib Umar.(KS01)

Tags

Terkini