nasional

Debut Ryo Afandi di Para Fencing World Cup 2025: Banyak Belajar dari Kekalahan

KS1
Kamis, 18 September 2025 | 07:00 WIB
Debut Ryo Afandi di Para Fencing World Cup 2025: Banyak Belajar dari Kekalahan. (KlikSolonews/dok NPC INDONESIA/Agung Wahyudi)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Atlet anggar kursi roda Indonesia, Ryo Afandi, mendapat pengalaman berharga saat tampil di Para Fencing World Cup 2025 di GOR Indoor Manahan Solo.

Meski belum mampu menembus fase tinggi, keikutsertaan peraih medali Peparnas XVII 2024 ini membuka matanya terhadap ketatnya persaingan di level internasional.

Keputusan Ryo Afandi untuk tampil di Peparnas XVII 2024 ternyata menjadi pintu masuk menuju panggung dunia. Pada ajang Para Fencing World Cup 2025, ia berhadapan langsung dengan atlet terbaik dari 16 negara.

Namun, debut internasional ini tidak berjalan mudah. Ryo harus puas finis di peringkat keenam pada nomor sabre male senior individual B, Selasa 16 September 2025.

Sementara itu, di nomor epee male senior individual B, Rabu 17 September 2025, ia menjadi juru kunci dari sebelas peserta setelah kalah 5-15 dari atlet Hong Kong, Sean Glass.

Pengalaman Berharga Meski Sulit

Meski hasil belum maksimal, Ryo Afandi tidak merasa kecewa. Sebaliknya, ia melihat pengalaman ini sebagai pelajaran penting.

“Saya sangat senang bisa tampil di Para Fencing World Cup pertama saya. Sebagai atlet baru, saya jadi menyadari gap kemampuan dengan lawan masih cukup jauh,” kata Ryo Afandi.

Ia menambahkan bahwa tim anggar kursi roda Indonesia masih sangat muda, bahkan baru berlatih intens dua pekan sebelum kejuaraan. Hal ini membuat persaingan dengan atlet dunia terasa semakin berat.

Ryo Afandi meraih medali emas kelas saber male individual putra B, medali perak kelas saber male team B, medali perunggu kelas epee male team B dan medali perunggu kelas foil male team saat tampil di Peparnas XVII 2024. Namun raihan itu tetap tak cukup menjadi bekal untuk bertarung di level internasional.

"Kita dari sisi jam terbang masih kalah jauh. Sementara lawan-lawan kita sudah memiliki pengalaman panjang. Saya berharap Indonesia terus mengembangkan olahraga anggar kursi roda ini, mengembangkan para bibit-bibit baru dan mempersiapkan diri lebih maksimal lagi sebelum mengikuti sebuah event," jelas Ryo Afandi.

Ryo Afandi pun lebih bersemangat menatap perjalanan kedepannya. Ia akan fokus penuh pada cabang olahraga anggar kursi roda yang dipersiapkan untuk tampil pada ajang ASEAN Para Games 2025 di Thailand.

"Sebelum ini saya memang mencoba banyak cabang olahraga. Untuk sekarang ini saya sudah fokus penuh untuk cabor anggar kursi roda," tegas atlet kelahiran Palembang, 10 April 2002 itu.

Meski harus pulang tanpa medali, Ryo Afandi justru semakin bersemangat. Ia kini fokus penuh pada cabang olahraga anggar kursi roda dan menargetkan tampil maksimal di ASEAN Para Games 2025 Thailand.

Selain Ryo Afandi, Indonesia mengirimkan sembilan nama lain pada ajang Para Fencing World Cup 2025. Mereka adalah Alika Shalshabilah, Sri Lestari, Dwi Lestari, Angga Budi Prasetyo, Akhmad Saidah, Didit Diantoro, Taufiq Rahman, Tutik Yumiati dan Aditya Hidayat. (KS01)

Tags

Terkini