nasional

Komdigi Janji Wi-Fi Gratis di Semua Sekolah Rakyat, Fokus ke Daerah Tertinggal

KS1
Rabu, 17 September 2025 | 11:00 WIB
Komdigi Janji Wi-Fi Gratis di Semua Sekolah Rakyat, Fokus ke Daerah Tertinggal. (KlikSoloNews/dok AI)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah memastikan akses internet cepat akan hadir di seluruh Sekolah Rakyat, termasuk di wilayah tertinggal.

Program ini merupakan dukungan nyata terhadap inisiatif Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan pendidikan inklusif bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital, Denny Setiawan, menegaskan pihaknya akan bekerja sama dengan operator telekomunikasi untuk menyediakan Wi-Fi gratis dan jaringan broadband yang andal.

“Kami akan kerja sama dengan operator untuk menghadirkan internet cepat di Sekolah Rakyat, khususnya di daerah yang sulit sinyal,” kata Denny, Senin 15 September 2025.

Pemerintah menargetkan daerah dengan akses internet minim sebagai prioritas, bukan kota besar yang sudah relatif terlayani. Lokasi pembangunan Sekolah Rakyat akan diarahkan ke masyarakat lapisan termiskin (desil 1 dan 2) agar akses pendidikan dan digitalisasi bisa lebih merata.

“Tantangan terbesar ada di daerah terpencil, mulai dari penganggaran hingga tata kelola layanan. Karena itu perlu koordinasi lintas kementerian, terutama dengan Kementerian Sosial,” tambah Denny.

Terkait standar kecepatan internet untuk mendukung proses belajar-mengajar, Komdigi bersama Kemensos masih merumuskan kebutuhan teknis, ketersediaan anggaran, dan kualitas jaringan terbaik untuk siswa maupun guru.

Saat ini sudah ada 100 Sekolah Rakyat yang berjalan dengan kapasitas hampir 16 ribu siswa dan 6.800 guru. Pada akhir September 2025, jumlahnya ditingkatkan menjadi 165 sekolah, dan pemerintah menargetkan 500 Sekolah Rakyat beroperasi dalam beberapa tahun ke depan.

Langkah penyediaan internet cepat ini diharapkan bisa memperkuat kualitas pendidikan, memperkecil kesenjangan digital, serta memastikan anak-anak dari keluarga miskin bisa belajar dengan fasilitas setara anak-anak di perkotaan. (KS01)

Tags

Terkini