nasional

Indonesia Jadi Tuan Rumah Perdana Para Fencing World Cup 2025, 17 Negara Ramaikan Solo

KS1
Senin, 15 September 2025 | 10:53 WIB
Indonesia Jadi Tuan Rumah Perdana Para Fencing World Cup 2025, 17 Negara Ramaikan Solo. (KlikSoloNews/dok NPC Indonesia)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Kota Solo menjadi pusat perhatian dunia olahraga difabel setelah resmi menjadi tuan rumah Para Fencing World Cup 2025.

Para Fencing World Cup 2025 sebuah ajang bergengsi anggar kursi roda yang digelar di GOR Indoor Manahan pada 15–18 September 2025. Momen ini menandai pertama kalinya Indonesia dipercaya menggelar kejuaraan dunia tersebut.

Sebanyak 17 negara ambil bagian, antara lain Australia, Prancis, Georgia, Jerman, Amerika Serikat, Korea Selatan, Polandia, Hong Kong, Britania Raya, Spanyol, India, Irak, Jepang, Argentina, Latvia, Thailand, dan tentu saja Indonesia sebagai tuan rumah. Total 66 atlet dan 47 ofisial hadir untuk memperebutkan medali di 15 nomor pertandingan.

Ketua Pelaksana Para Fencing World Cup 2025, Rima Ferdianto mengatakan, Kontingen Indonesia menjadi peserta terbanyak dengan menurunkan 10 atlet, Indoa 8 atlet dan Thailand 7 atlet.

"Target Indonesia untuk menambah jam terbang atlet dan pengalaman bertanding. Atlet yang diterjunkan merupakan seleksi dari Peparnas," terang Rima saat jumpa pers di Hotel Harris, Minggu 14 September 2025, malam.

Rima berharap, dari Para Fencing World Cup 2025, atlet Indonesia bisa menimba ilmu dari atlet-atlet kelas dunia yang mengikuti kejuaraan internasional di Solo.

"Proyeksi kami, dari 10 atlet yang diturunkan disiapkan untuk ASEAN Para Games di Thailand dan Asian Para Games Nagoya Jepang," kata Rima.

Sementara itu Technique Delegate, Udo Zielger mengemukakan, sebagian besar peserta yang datang sudah berpengalaman di level tertinggi, termasuk ajang Paralimpiade.

Nama besar seperti Saysunee Jana dari Thailand, peraih tiga emas di Paralimpiade Paris 2024, menjadi salah satu sorotan utama.

Tak kalah menarik, hadir juga Maurice Schmidt dari Jerman (emas sabre individu), Zainulabdeen Al-Madhkhoori dari Irak (perak epee beregu), serta dua peraih perunggu, Nino Tibilashvili (Georgia) dan Judith Rodriguez Menendez (Spanyol).

“Persaingan sudah pasti ketat, apalagi banyak atlet yang baru saja tampil di Paralimpiade,” ujar Udo.

Udo memastikan persiapan penyelenggaraan sudah mencapai 90 persen, meliputi venue, transportasi, hingga akomodasi.

"Saya berharap ini bukan penyelenggaraan yang terakhir di Indonesia, tapi di tahun-tahun berikutnya akan diselenggarakan kejuaraan serupa," tutur Udo.

Antusiasme Peserta

Salah satu peserta, Sam Blade dari Australia, mengaku berlatih keras empat kali dalam sepekan demi meraih target pribadi menembus peringkat 30 dunia.

“Saya berharap bisa menampilkan performa terbaik di Solo. Jika target ini tercapai, itu akan jadi pencapaian terbesar saya,” ucapnya.

Selain fokus bertanding, Sam juga antusias menikmati suasana Kota Solo bersama rekan-rekannya. “Kota ini sangat menarik. Kalau ada waktu luang, saya ingin berkeliling dan mengenal Solo lebih dekat,” tambahnya.

Seluruh peserta juga dijadwalkan menjalani sesi latihan dan klasifikasi, termasuk untuk atlet-atlet Indonesia yang baru pertama kali tampil di level World Cup.

Dengan dukungan penuh panitia lokal dan kehadiran atlet top dunia, Solo diharapkan mampu menghadirkan pengalaman terbaik sekaligus membuka jalan bagi Indonesia menjadi tuan rumah ajang-ajang internasional lainnya di masa depan.(KS01)

Tags

Terkini