nasional

Orang Tua Menangis Jemput Anak Terlibat Aksi Anarkis di Polda Jateng

KS1
Minggu, 31 Agustus 2025 | 21:38 WIB
Orang Tua Menangis Jemput Anak Terlibat Aksi Anarkis di Polda Jateng. (KlikSoloNews/dok Polda Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS,COM – Suasana haru menyelimuti Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah pada Minggu 31 Agustus 2025, sore.

Ratusan orang tua dipertemukan dengan anak-anak mereka yang sebelumnya diamankan petugas usai terlibat aksi anarkis di sekitar Mapolda Jateng, Sabtu 30 Agustus 2025, petang.

Tangis pecah saat momen pertemuan terjadi. Banyak orang tua tak kuasa menahan air mata ketika memeluk anak mereka yang masih remaja.

Salah satunya dialami Misih (53), warga Sayung, Demak, yang bertemu kembali dengan putranya, A (15). Dengan linangan air mata, A meminta maaf kepada sang ibu dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. “Saya maafkan, Nak. Jangan terulang lagi,” ujar Misih penuh haru.

Dalam kegiatan ini, Polda Jateng memfasilitasi pemulangan 327 anak yang sempat diamankan. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa tidak semua bisa langsung bebas dari proses hukum.

Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio, menjelaskan ada 7 orang yang akan diproses lebih lanjut karena terbukti melakukan pelemparan, pemukulan, dan perusakan.

“Berani berbuat harus berani bertanggung jawab. Ada barang bukti yang cukup, maka kasusnya lanjut ke penyidikan hingga pengadilan,” tegasnya.

Dwi Subagio juga mengingatkan para orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anak mereka, terutama dalam memilih lingkungan pergaulan.

“Jangan biarkan perilaku merusak dibiarkan sekali, karena bisa berlanjut dan merusak masa depan anak,” katanya.

Senada, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menambahkan meskipun sudah dikembalikan kepada keluarga, seluruh anak tetap diwajibkan untuk lapor setiap Selasa dan Kamis ke Mapolda Jateng.

“Ini bentuk pembinaan agar mereka tidak lagi melakukan tindakan anarkis. Dari 327 pelaku, sebagian besar anak-anak. Kami berharap orang tua bisa membimbing lebih baik ke depan,” jelas Artanto.

Polda Jateng menegaskan pihaknya tidak segan mengambil tindakan tegas apabila aksi serupa kembali terjadi. Namun, kepolisian juga mengedepankan pembinaan agar anak-anak bisa kembali ke jalan yang benar.

Momen pertemuan penuh tangis di Mapolda Jateng ini menjadi pengingat pentingnya peran keluarga dalam membimbing generasi muda agar tidak mudah terprovokasi hingga terjerumus dalam aksi anarkis. (KS01)

Tags

Terkini