SURABAYA, KLIKSOLONEWS.COM - Aksi demonstrasi di Kota Surabaya pada Jumat 29 Agustus 2025, malam berubah ricuh setelah sebagian massa melakukan tindakan anarkis.
Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, terlihat sejumlah orang menjarah pot-pot besi berwarna emas yang berjejer di trotoar kota.
Pot hiasan yang seharusnya mempercantik wajah kota dicabut paksa, bahkan tanaman di dalamnya ikut tercerabut dan berserakan di jalan.
Kondisi itu membuat suasana demonstrasi semakin semrawut dan menimbulkan kecaman luas dari masyarakat.
Video aksi penjarahan tersebut dengan cepat menyebar di Instagram dan menuai ribuan komentar warganet. Dalam rekaman, terdengar suara salah seorang massa berteriak “Cair-cair woy, cair!”, yang justru semakin memancing reaksi negatif publik.
Sejumlah warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu dari jauh mengaku hanya bisa menggelengkan kepala melihat aksi tersebut.
Kecaman Publik
Warganet langsung ramai-ramai mengecam tindakan massa yang dianggap merusak esensi demonstrasi.
Akun @dansbround_nemesis menulis: “Demo iku nak DPR, ojok Suroboyo mu dirusak. Salah sasaran iki.”
Akun @vivi_wivi91 menegaskan: “Ini jelas anarkis dan premanisme. Fasilitas kota dirusak dan dijarah.”
Akun @titin_pariyati123 mengingatkan: “Demo boleh, tapi jangan menjarah. Ujung-ujungnya anggaran kota kembali dikeluarkan untuk membeli pot baru.”
Komentar senada juga bermunculan, mayoritas menilai tindakan tersebut bukan lagi bagian dari penyampaian aspirasi, melainkan perusakan fasilitas umum yang merugikan banyak pihak.(KS01)