JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Gelombang kecaman publik terus berdatangan usai insiden mobil taktis (rantis) Brimob melindas seorang driver ojek online (ojol) di kawasan Pejompongan, Jakarta.
Setelah permintaan maaf disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sejumlah publik figur ikut menyuarakan keprihatinan dan kritik pedas terhadap aksi sadis rantis Brimob lindas driver ojol di Pejompongan.
Salah satunya datang dari dokter Tirta Mandira Hudhi, seorang influencer sekaligus aktivis kesehatan. Melalui akun X pribadinya, @tirta_cipeng, dokter Tirta menilai insiden itu tidak bisa hanya diselesaikan dengan permintaan maaf.
“Permintaan maaf saja ga cukup. Jujur aja. Karena mengendarai mobil baja gitu, dengan kecepatan tinggi ke arah kerumunan itu sudah sangat-sangat ga masuk akal sehat. Bukti videonya jelas. Ga mungkin itu masuk blindspot,” tulis dokter Tirta.
Tak hanya dokter Tirta, musisi sekaligus publik figur Maia Estianty juga angkat bicara.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @maiaestiantyreal, Maia mengungkapkan rasa prihatin dan mendoakan korban serta keluarganya.
Ia menegaskan pentingnya keadilan ditegakkan dalam kasus ini agar tidak terulang kembali.
"Melihat video selintas, bentrok demo di DPR, dan kemudian ada kejadian mobil rantis BRIMOB melindas sopir ojol…. Ngenes… dan sedih…Yaa Allah, kok sampai seperti ini….," tulis Maia.
"Yang terlewat di pikiranku saat melihat videonya adalah, demo memang harus dijaga oleh aparat, tapi kalau tindakan semena-mena itu diluar nurul….Driver ojol Affan Kurniawan, semoga jiwamu diterima di sisi Allah swt…Dan kira2 petugas yang bertugas, kejadian seperti ini bisa malah membuat banyak warga makin geram…." sambungnya.
"Semoga keluarga yang ditinggalkan, diberikan keikhlasan dan kesabaran luar biasa….Dan aku hanya rakyat biasa yang hanya bisa berdoa dan sekaligus terbengong-bengong..Kira2 menurut pendapat kalian bagaimana guys??? ?" tulis Bunda Maia, sapaan karibnya.
Kecaman dari publik figur menambah panjang daftar pihak yang menyoroti insiden tersebut. Sebelumnya, berbagai organisasi masyarakat dan warganet juga ramai menyampaikan kritik keras di media sosial, menuntut agar proses hukum berjalan transparan dan adil.
Hingga kini, kasus mobil rantis Brimob yang melindas driver ojol di Pejompongan masih dalam penanganan pihak kepolisian. Publik menunggu langkah konkret agar tragedi serupa tidak lagi mencederai rasa keadilan masyarakat. (KS01)