nasional

Indonesia Kekurangan 70 Ribu Dokter Spesialis, Ini Strategi Prabowo Subianto

KS1
Rabu, 27 Agustus 2025 | 16:30 WIB
Indonesia Kekurangan 70 Ribu Dokter Spesialis, Ini Strategi Prabowo Subianto. (KlikSoloNews/dok Setpres)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen meningkatkan layanan kesehatan nasional dengan membangun 500 rumah sakit, menambah fakultas kedokteran, dan mempercepat pencetakan 70 ribu dokter spesialis.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat sektor kesehatan nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan infrastruktur rumah sakit baru, pembukaan fakultas kedokteran, serta percepatan pencetakan tenaga medis, terutama dokter spesialis.

Menurut Kepala Negara, Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam ketersediaan tenaga kesehatan yang memadai.

“Bangsa kita sangat besar, tapi kita masih kekurangan dokter, kekurangan spesialis, dan tenaga paramedis. Kita harus menggunakan segala kemampuan untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Presiden Prabowo saat meresmikan Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Nasional RSPON Mahar Mardjono, Jakarta, Selasa 26 Agustus 2025.

Kekurangan 70 Ribu Dokter Spesialis

Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia masih kekurangan sekitar 70 ribu dokter spesialis. Produksi dokter spesialis per tahun hanya sekitar 2.700 orang. Jika dibiarkan, kondisi ini membuat Indonesia membutuhkan waktu hingga 35 tahun untuk menutup kekurangan tersebut.

“Kalau dengan pola biasa (business as usual), butuh 35 tahun untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis. Karena itu kita harus melakukan langkah-langkah luar biasa,” tegasnya.

Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga medis dan fasilitas kesehatan, pemerintah menargetkan pembangunan 500 rumah sakit berkualitas di seluruh kabupaten dalam empat tahun ke depan.

Selanjutnya pembukaan 148 program studi baru di 57 fakultas kedokteran, termasuk program spesialis dan subspesialis, serta penambahan sekitar 30 fakultas kedokteran baru guna mengejar kekurangan 70 ribu dokter spesialis dan 140 ribu dokter umum.

Selain infrastruktur dan SDM, Presiden Prabowo menekankan pentingnya tata kelola yang bersih dan bebas korupsi dalam sektor kesehatan.

“Pendidikan dan kesehatan hanya bisa diwujudkan kalau tidak ada korupsi, manipulasi, dan kebocoran. Setiap rupiah untuk membeli alat kesehatan terbaik harus sampai ke rakyat,” tegasnya.

Presiden Prabowo optimistis bahwa Indonesia mampu mengejar ketertinggalan di bidang kesehatan. Dengan langkah terukur, percepatan pembangunan rumah sakit, dan peningkatan jumlah tenaga medis, Prabowo yakin pelayanan kesehatan berkualitas bisa dinikmati oleh seluruh rakyat.

“Kalau kita punya niat, insyaallah kita akan mencapainya. Indonesia punya sumber daya, tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan baik,” pungkasnya.

Melalui program pembangunan 500 rumah sakit, penambahan 30 fakultas kedokteran, dan percepatan pencetakan 70 ribu dokter spesialis, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mewujudkan layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan bersih dari praktik korupsi.(KS01)

Tags

Terkini