nasional

Penerima Penghargaan Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo, 5 Lagu Legendaris Gombloh yang Tak Lekang Waktu

KS1
Selasa, 26 Agustus 2025 | 09:00 WIB
Penerima Penghargaan Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo, 5 Lagu Legendaris Gombloh yang Tak Lekang Waktu. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM  - Musisi legendaris Gombloh menerima penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto.

Pemberian penghargaan tersebut dalam rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan kepada 141 tokoh bangsa di Istana Negara, Jakarta, Senin 25 Agustus 2025.

Pemilik nama lengkap Soedjarwoto Soemarsono ini menerima Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma diberikan kepada 8 penerima berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 77/TK/Tahun 2025 tanggal 25 Agustus 2025 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma.

Nama Gombloh tentu tak asing bagi pencinta musik Indonesia. Penyanyi ini lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 1948. Popularitasnya melejit di era 1980-an berkat karya-karya penuh makna dan lirik yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Sayangnya, Gombloh harus berpulang lebih cepat. Ia meninggal dunia pada 9 Januari 1988 dalam usia 39 tahun. Meski begitu, karya-karyanya tetap abadi dan terus dinikmati lintas generasi.

Untuk mengenangnya, yuk kita simak kembali lima lagu Gombloh yang paling melegenda:

1. Kugadaikan Cintaku

Lagu ini menjadi salah satu ikon musik 80-an. Dengan lirik sederhana tentang kisah cinta anak muda dan aransemen musik yang ringan, “Kugadaikan Cintaku” sukses membuat banyak orang ikut bernyanyi. Hingga kini, lagu ini masih kerap diputar di radio maupun dinyanyikan ulang.

2. Apel

Siapa yang tak ingat tradisi “apel malam Minggu”? Lagu ini menggambarkan suasana romantis sekaligus jenaka saat muda-mudi bertemu dengan kekasihnya. Irama ceria dan lirik penuh humor menjadikan “Apel” sebagai lagu nostalgia yang bikin tersenyum saat didengar.

3. Setengah Gila

Dengan gaya khasnya, Gombloh menghadirkan lagu cinta dengan sentuhan humor. “Setengah Gila” bercerita tentang cinta yang begitu kuat hingga membuat seseorang tak lagi rasional. Liriknya ringan, musiknya ceria, dan mudah melekat di telinga pendengar.

4. Kebyar-Kebyar

Inilah salah satu karya monumental Gombloh. Lagu yang penuh semangat nasionalisme ini telah menjadi semacam “anthem” cinta tanah air. Dengan lirik puitis dan musik yang megah, “Kebyar-Kebyar” masih sering diperdengarkan di berbagai momen kenegaraan maupun acara kebudayaan.

5. Berita Cuaca (Lestari Alamku)

Lewat lagu ini, Gombloh menuangkan kecintaannya pada alam dan tanah kelahiran. Lirik yang sederhana namun penuh makna membuat “Berita Cuaca” terasa menenangkan sekaligus menyentuh hati.

Meski sudah tiga dekade lebih kepergian Gombloh, musiknya tetap hidup. Dari lagu cinta yang ringan hingga karya monumental tentang bangsa dan alam, Gombloh membuktikan bahwa musik bisa jadi medium untuk menyampaikan pesan sederhana sekaligus mendalam.

Jadi, kalau kamu ingin bernostalgia dengan nuansa 80-an, lima lagu di atas wajib banget masuk playlistmu.

Tags

Terkini