nasional

Polisi Gagalkan Tawuran di Banjarsari Solo, Amankan Pemuda Bersenjata Pedang Sepanjang Satu Meter

KS1
Kamis, 21 Agustus 2025 | 10:46 WIB
Gagal Tawuran di Banjarsari, Pemuda Solo Diringkus Polisi dengan Pedang. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Polresta Surakarta menangkap seorang pemuda berinisial RDP (20) di Banjarsari, Solo, karena kedapatan membawa pedang sepanjang 1 meter untuk tawuran. Polisi berhasil menggagalkan aksi berbahaya ini dan menyita senjata tajam.

Seorang pemuda berinisial RDP (20), warga Sumber, Banjarsari, Solo, diamankan pihak kepolisian setelah kedapatan membawa senjata tajam (sajam) berupa pedang sepanjang satu meter.

Pemuda tersebut diringkus pada Minggu 17 Agustus 2025 karena diduga hendak menggunakannya dalam aksi tawuran.

RDP mengaku rencana tawuran tersebut dipicu masalah pribadi dengan seorang pemuda lain berinisial AAP. Ia menyebut AAP telah menghina kakaknya, sehingga memilih “menyelesaikan” persoalan lewat perkelahian.

“Pedang itu saya beli online seharga Rp400 ribu. Dibawa untuk berjaga-jaga kalau tawuran benar-benar terjadi,” kata RDP.

Menurut Wakapolresta Solo AKBP Sigit, kasus ini bermula dari rencana pertemuan antara RDP dan AAP. Namun, bukannya datang sendiri, RDP justru mengajak dua rekannya, AM dan AJP, sambil membawa pedang serta sabuk dengan ujung terikat gear sepeda yang berfungsi sebagai senjata.

Barang bukti tersebut sempat disembunyikan di saluran air dekat Lapangan Sumber, lokasi yang dipilih untuk pertemuan.

Beruntung, sekitar pukul 04.30 WIB, Tim Sparta Polresta Solo yang sedang berpatroli menemukan barang bukti sekaligus mengamankan RDP bersama sejumlah pemuda lainnya.

Dari hasil pemeriksaan, RDP mengakui pedang dan sabuk bergear tersebut adalah miliknya. Saat ini ia ditahan di Rutan Polresta Solo dan dijerat Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Aturan tersebut menegaskan bahwa setiap orang yang tanpa hak membawa, menyimpan, atau menggunakan senjata tajam dapat dipidana hingga 10 tahun penjara.

“Beruntung tawuran tidak sempat terjadi karena lebih dulu dicegah Tim Sparta. Kami imbau masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak terjerumus dalam aksi kekerasan seperti ini,” tegas AKBP Sigit.(KS01)

Tags

Terkini