JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Pasar mobil listrik bekas di Indonesia sedang mengalami penurunan harga signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Sejumlah model mobil listrik yang sebelumnya dibanderol tinggi kini dapat ditemukan di pasaran dengan harga jauh lebih terjangkau.
Sebagai contoh, BYD Seal Premium yang awalnya dijual Rp 639 juta kini turun menjadi sekitar Rp 439 juta di marketplace. Sementara itu, BYD Seal Performance AWD yang semula Rp 750 juta kini hanya Rp 550 juta.
Penurunan harga juga terjadi pada Wuling BinguoEV. Setelah satu tahun, harga bekasnya hanya sekitar Rp 200 jutaan, padahal varian tertinggi barunya dijual sekitar Rp 330 jutaan.
Direktur OLXMobbi, Agung Iskandar, menilai turunnya harga jual mobil listrik dipengaruhi oleh banyaknya model baru yang hadir dengan harga lebih kompetitif.
“Menurut kami, hal ini menjadi tantangan bagi pemilik mobil listrik yang menjual kembali kendaraannya. Harga mobil listrik baru yang cenderung turun karena persaingan yang sangat kompetitif,” ujar Agung, Selasa 19 Agustus 2025.
Ia menambahkan, depresiasi mobil listrik bekas jauh lebih tinggi dibandingkan mobil hybrid maupun mobil konvensional berbahan bakar bensin atau diesel.
Perbandingan Mobil Listrik dengan Mobil Konvensional
Pasar mobil bekas konvensional masih lebih stabil. Contohnya, Toyota Avanza berusia satu tahun bisa dijual dengan harga Rp 230–250 juta, tidak jauh berbeda dengan harga barunya yang berkisar Rp 240–280 juta.
Hal ini menunjukkan bahwa mobil non-listrik lebih tahan terhadap depresiasi harga dibandingkan mobil listrik.
Menurut Evvy Kartini, Founder National Battery Research Institute, penurunan harga mobil listrik erat kaitannya dengan harga baterai.
“Baterai adalah komponen termahal di mobil listrik, bisa mencapai 40–50 persen dari harga jual keseluruhan. Jadi ketika harga baterai turun, harga mobil listrik otomatis ikut turun,” jelas Evvy.
Ia juga menambahkan bahwa banyak produsen mulai menerapkan sistem sewa baterai agar harga mobil listrik lebih terjangkau di pasaran.
Turunnya harga mobil listrik bekas mencerminkan perubahan besar dalam industri otomotif. Di satu sisi, hal ini menguntungkan konsumen yang ingin membeli mobil listrik dengan harga lebih murah.
Namun, di sisi lain, menjadi tantangan bagi pemilik mobil listrik yang ingin menjual kembali kendaraannya.(ks01)