nasional

Infak Rp1 Juta Dijanjikan Masuk Surga? Warga Zamrud Bekasi Bongkar Praktik Umi Cinta

KS1
Kamis, 14 Agustus 2025 | 11:30 WIB
Infak Rp1 Juta Dijanjikan Masuk Surga? Warga Zamrud Bekasi Bongkar Praktik Umi Cinta. (KliKSoloNews/dok)

BEKASI, KLIKSOLONEWS.COM – Warga Dukuh Zamrud, Bekasi, memprotes kegiatan keagamaan tanpa izin yang digelar di rumah warga berinisial PY. Kegiatan sudah berjalan 8 tahun, diikuti 70 anggota, dan memicu keresahan warga.

Warga Perumahan Dukuh Zamrud, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, memprotes kegiatan keagamaan tanpa izin yang digelar di rumah seorang warga.

Aksi penolakan berlangsung pada Minggu 10 Agustus 2025 pagi, ditandai dengan pemasangan spanduk di depan rumah dan gerbang perumahan.

Tokoh agama setempat, AB (54), mengungkapkan kegiatan tersebut tidak pernah mendapatkan persetujuan lingkungan.

“Iya enggak ada izin lingkungan RT dan RW,” ujarnya saat ditemui di sebuah masjid, Senin 11 Agustus 2025

Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung di rumah bercat hijau bercorak kuning milik seorang perempuan berinisial PY, yang akrab disapa Umi Cinta oleh warga.

Menurut AB, aktivitas ini telah berjalan selama delapan tahun dengan diikuti sekitar 70 anggota. Pertemuan rutin digelar setiap akhir pekan, mulai pukul 05.00 WIB hingga menjelang 12.00 WIB.

Salah satu hal yang memicu keresahan adalah dugaan adanya iming-iming masuk surga bagi anggota yang membayar infak sebesar Rp1 juta.

“Ada (keterangan) kalau mau masuk surga dibayar Rp 1 juta,” kata AB.

Selain masalah izin, warga mengeluhkan parkir sembarangan peserta kegiatan yang memadati jalan-jalan di perumahan.

Mereka juga menilai perilaku beberapa anggota kelompok tersebut berubah drastis—mulai dari istri yang berani melawan dan mengancam cerai suami, hingga anak-anak yang menolak menuruti orangtua.

Sebelum menetap di Dukuh Zamrud, PY dan pengikutnya sempat menggelar kegiatan serupa di perumahan lain, namun mendapat penolakan warga setempat.

Awalnya warga Dukuh Zamrud menerima keberadaan PY, tetapi situasi memanas setelah mantan anggota mengungkap praktik kelompok yang dinilai eksklusif dan tertutup.

Upaya konfirmasi ke rumah PY tidak membuahkan hasil. Ia tidak berada di lokasi dan menurut warga jarang menempati rumah tersebut.

“Dia enggak di sini,” ujar TS (53), salah satu warga, yang berharap pihak berwenang segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. (KS01)

Tags

Terkini