nasional

Ombudsman Ungkap Beras Impor Bulog Sudah Bau Apek, Sarankan Tunda Aturan Mutu Beras

KS1
Sabtu, 9 Agustus 2025 | 15:30 WIB
Ombudsman Ungkap Beras Impor Bulog Sudah Bau Apek, Sarankan Tunda Aturan Mutu Beras. (ilustrasi)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Ombudsman RI ungkap sebagian beras impor Bulog berumur lebih setahun dan bau apek. Pemerintah diminta tunda aturan mutu beras.

Ombudsman Republik Indonesia mengungkap bahwa sebagian beras yang tersimpan di gudang Perum Bulog merupakan beras impor dengan umur simpan lebih dari satu tahun. Kondisi ini membuat sebagian beras mengeluarkan bau apek.

Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, menyampaikan temuan tersebut saat ditemui di kantornya, Jumat 8 Agustus 2025. Menurutnya, beras tersebut diimpor pada tahun lalu dan sudah melewati masa simpan sejak Februari 2024.

“Sebagian beras yang ada di Bulog itu beras impor tahun lalu. Ada yang umurnya sudah 1 tahun lebih, otomatis pasti, mohon maaf, bau apek,” ujarnya.

Yeka meminta pemerintah menunda Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Mutu dan Label Beras.

Aturan tersebut melarang pelaku usaha mengolah atau menggunakan beras apek sebagai bahan baku perdagangan beras.

Menurutnya, larangan ini membuat pelaku usaha enggan memproses kembali beras apek, padahal secara teknis masih dapat diolah agar layak konsumsi.

“Jangan dipikir kalau beras bau apek itu otomatis tidak layak konsumsi. Ini persoalan penyimpanan, jadi bisa diproses lagi. Tapi karena ada Perbadan tadi, dilarang memproses yang bau apek, akhirnya ketersediaan beras bisa berkurang,” jelas Yeka.

Yeka menegaskan, pengolahan beras apek tidak bisa disebut pelanggaran hukum jika mendapat izin dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Artinya, beras apek boleh diproses jika ada izin dari pemerintah. Mengolah beras Bulog dengan kondisi fisik seperti sekarang bukan sebuah kejahatan,” tegasnya.

Yeka juga mengungkap, tahun lalu Bulog tidak melakukan penyerapan beras secara besar-besaran seperti tahun ini. Akibatnya, sebagian stok lama masih tersimpan di gudang.

“Sekarang bagaimana caranya agar beras ini ada di pasar? Lepas,” pungkasnya.(ks01)

Tags

Terkini