nasional

Peringati Serangan Umum 4 Hari Solo, Pemkot Surakarta Gelar Upacara dan Ziarah di TMP Kusuma Bhakti

KS1
Kamis, 7 Agustus 2025 | 16:46 WIB
Peringati Serangan Umum 4 Hari Solo, Pemkot Surakarta Gelar Upacara dan Ziarah di TMP Kusuma Bhakti. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperingati Serangan Umum 4 Hari Solo atau Pengepungan Solo dengan menggelar upacara dan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti, Kamis 7 Agustus 2025.

Upacara dimulai pukul 07.30 WIB di lapangan Balai Kota Solo, dipimpin langsung Wali Kota Surakarta Respati Ardi. Hadir pula Wakil Wali Kota Astrid Widayani, Dandim 0735/Solo Letkol Inf Fictor J Situmorang, Kapolresta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, serta jajaran Forkopimda Solo lainnya.

Usai upacara, rombongan melakukan ziarah ke TMP Kusuma Bhakti di Jurug, Jebres, sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan. Tabur bunga dilakukan sebagai simbol refleksi atas perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan pada 7-10 Agustus 1949.

Wali Kota Respati menyebut, peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, namun juga momentum untuk menanamkan nilai patriotisme dan persatuan, khususnya kepada generasi muda.

“Dalam serangan yang terjadi di masa lalu itu, para pejuang tidak hanya terdiri dari tentara, namun juga pelajar. Ini menunjukkan bahwa Solo adalah kota yang dinamis, terbuka, dan sangat nasionalis,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan dan turut serta dalam pembangunan daerah.

“Peringatan ini menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama para pemuda, agar terus berperan aktif dalam menjaga Solo, termasuk dalam mengawasi kinerja pemerintah,” lanjutnya.

Respati juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara tertib dan bijak. Ia berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan yang bermanfaat dan berpihak kepada rakyat.

Sejarah Serangan Umum Solo

Serangan Umum 4 Hari Solo merupakan bagian dari Revolusi Fisik yang dilakukan masyarakat Indonesia terhadap pendudukan Belanda.

Peristiwa ini dimulai pada 7 Agustus 1949 sebagai respons terhadap tekanan militer Belanda yang dipimpin Letnan van Heek dengan sandi operasi "Steenwijk".

Sebagai balasan, pejuang Solo dari kalangan militer, pelajar, dan mahasiswa melakukan gerilya berdasarkan Instruksi No. 16 A (10 Juni 1949) dan Perintah Siasat No.1/8/SWK/A3/Ps-49 (5 Agustus 1949), yang menginstruksikan serangan besar-besaran ke Solo.

Dipimpin Letkol Slamet Riyadi, sekitar 2.000 pejuang melakukan serangan dari empat penjuru Solo. Pertempuran sengit berlangsung selama empat hari, hingga akhirnya pada 10 Agustus 1949 pukul 00.00 WIB, perintah gencatan senjata dikeluarkan oleh Presiden Soekarno.

Serangan ini tidak hanya mengakhiri pendudukan Belanda di Solo, tetapi juga menjadi simbol kekuatan perlawanan rakyat yang diperhitungkan oleh dunia internasional.

Usai gencatan senjata, serah terima kekuasaan dilakukan di Stadion Sriwedari, dari Kolonel Van Ohl kepada Letkol Slamet Riyadi sebagai perwakilan Indonesia.(ks01)

Tags

Terkini