JEPARA, KLIKSOLONEWS.COM – Tingginya animo wisatawan untuk berlibur ke Kepulauan Karimunjawa mendorong lonjakan signifikan jumlah penumpang kapal penyeberangan dari Jepara. Bahkan, tiket kapal cepat untuk akhir pekan dilaporkan telah habis dipesan hingga awal September 2025.
Kepala Cabang KMC Express Bahari Jepara, Jefri Putra, menyebut lonjakan ini sudah terasa sejak dua pekan terakhir. Untuk mengantisipasi permintaan, pihaknya menambah frekuensi pelayaran, termasuk pada hari biasa.
“Kami sudah ada tambahan trip terus. Tidak hanya saat hari libur, hari-hari biasa juga kami sudah tambah. Saat ini, sampai September awal sudah full booking untuk akhir pekan,” ujarnya, dilansir jatengNOW, jejaring KlikSoloNews.
Untuk memenuhi kebutuhan transportasi wisatawan, operator kini mengoperasikan tiga trip penyeberangan dengan dua kapal. Salah satu kapal melayani rute pulang-pergi (PP), sehingga total perjalanan per hari meningkat.
Meski demikian, Jefri memastikan tidak ada kenaikan tarif meski frekuensi kapal ditambah. “Kami maksimalkan armada yang ada. Ada dua kapal. Soal tarif tidak ada kenaikan,” tegasnya.
Calon penumpang berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga wisatawan mancanegara. Diperkirakan, kunjungan wisatawan asing akan meningkat pada Agustus seiring masa liburan musim panas di negara-negara asal mereka.
Cuaca Mulai Bersahabat, Pelayaran Kembali Lancar
Sebelumnya, pelayaran sempat terganggu cuaca buruk dan ombak tinggi hingga 2,5 meter. Hal ini menyebabkan keterlambatan jadwal dan penundaan perjalanan salah satu kapal yang gagal kembali ke Pelabuhan Jepara.
Namun menurut Jefri, kondisi cuaca kini membaik dan diprediksi aman untuk pelayaran selama sepekan ke depan.
Hal ini diamini Kepala Bidang Perhubungan Laut Dishub Jepara, Nur Sahid, yang mengatakan bahwa gelombang tinggi merupakan hal wajar saat memasuki musim angin timuran.
“Tapi sekarang dan di hari-hari ke depan cuacanya baik,” ungkap Sahid.
Dishub Jepara telah memberikan izin penambahan trip operator kapal, namun tetap menekankan pentingnya keselamatan penumpang. Hingga saat ini, KMP Siginjai—kapal penyeberangan milik pemerintah—belum mengajukan penambahan perjalanan.
“Pertengahan bulan Juli hingga akhir Juli puncak season liburan. Kemungkinan besar penumpang membeludak. Tapi yang paling penting tetap mengutamakan keselamatan penumpang. Itu yang nomor satu,” tegas Sahid.
Karimunjawa kembali menjadi primadona wisata bahari. Bagi yang ingin berkunjung, sebaiknya segera pesan tiket lebih awal agar tidak kehabisan. (ks01)