nasional

CJIBF 2025: Investor Puji Jawa Tengah sebagai Lahan Potensial untuk Bisnis dan Lapangan Kerja

KS1
Rabu, 30 Juli 2025 | 13:30 WIB
CJIBF 2025: Investor Puji Jawa Tengah sebagai Lahan Potensial untuk Bisnis dan Lapangan Kerja. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Para pelaku usaha nasional menyuarakan optimisme mereka terhadap iklim investasi di Provinsi Jawa Tengah.

Dalam acara Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025 yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa 29 Juli 2025, Jawa Tengah dinilai sebagai wilayah strategis yang layak menjadi pilihan utama penanaman modal.

Salah satu pengusaha yang menyampaikan apresiasinya adalah Direktur PT Sido Muncul, Irwan Hidayat. Ia menyebut Jawa Tengah merupakan tempat paling tepat untuk berinvestasi, baik dari sisi lokasi, infrastruktur, maupun dukungan sosial masyarakat.

“Investasi di Jateng itu sangat cocok. Letaknya strategis di tengah Pulau Jawa, infrastruktur sudah memadai, dan masyarakatnya punya sikap toleran. Ini sangat mendukung iklim usaha,” ujar Irwan.

Menurutnya, keunggulan kompetitif lain Jawa Tengah adalah tingkat upah yang terjangkau dan stabilitas sosial-politik yang terjaga. Irwan juga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja di provinsi tersebut.

“Kami tidak hanya membangun bisnis seperti hotel, restoran, atau sport center. Tapi juga ingin membangun ekonomi lokal,” lanjutnya.

Irwan menyebut perusahaannya turut memberdayakan lebih dari 150 kelompok tani sebagai mitra penyedia bahan baku. Saat ini, PT Sido Muncul juga tengah berpartisipasi dalam pengembangan kawasan wisata Rawapening, Kabupaten Semarang.

“Kami percaya air akan menjadi sumber kehidupan yang sangat penting ke depan, bahkan bisa lebih bernilai dari minyak. Potensi Rawapening besar, termasuk dari pengolahan eceng gondok yang bisa menguntungkan semua pihak,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Adam, perwakilan PT Selalu Cinta Indonesia. Perusahaannya telah lama berinvestasi di industri padat karya, khususnya produksi alas kaki di Salatiga dan Temanggung, yang menyerap ribuan tenaga kerja.

Ia berharap pemerintah turut memperhatikan aksesibilitas transportasi bagi pekerja. “Kami mengusulkan agar transportasi publik dari pemukiman ke kawasan industri diperkuat, agar para pekerja tidak harus bergantung pada sepeda motor,” ungkap Adam.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan kesiapannya memperluas layanan bus Trans Jateng untuk menjangkau wilayah industri dan pemukiman padat.

“Kami akan sinkronkan dengan trayek yang sudah ada agar mobilitas tenaga kerja lebih efisien,” ujar Luthfi.

Gubernur juga memaparkan bahwa Jawa Tengah menawarkan berbagai insentif dan kemudahan untuk investor, mulai dari penyederhanaan perizinan hingga jaminan keamanan. Selain itu, provinsi ini memiliki sumber daya manusia yang terlatih dan potensi alam yang besar.

“Tenaga kerja kami telah dibekali keterampilan melalui Balai Latihan Kerja (BLK), dan mereka siap masuk ke dunia industri. Di sisi lain, sumber daya alam kami melimpah dan bisa dikembangkan bersama investor,” pungkasnya.(KS01)

Tags

Terkini