nasional

Kolaborasi Mahasiswa dan Pemprov Jateng, 1.910 Mahasiswa UMK Turun Langsung Verifikasi Data RTLH di Kudus

KS1
Selasa, 22 Juli 2025 | 20:15 WIB
Kolaborasi Mahasiswa dan Pemprov Jateng, 1.910 Mahasiswa UMK Turun Langsung Verifikasi Data RTLH di Kudus. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

KUDUS, KLIKSOLONEWS.COM — Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menuntaskan persoalan kemiskinan ekstrem dan rumah tak layak huni (RTLH) semakin konkret.

Kali ini, 1.910 mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) resmi diberangkatkan untuk menjalankan KKN Tematik RTLH di 132 desa yang tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Kudus.

Pemberangkatan ini dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di kampus UMK, Selasa 22 Juli 2025. Dalam arahannya, Luthfi menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa bukan sekadar program akademik, tetapi bagian dari strategi pembangunan berbasis data dan kolaborasi.

“Mahasiswa adalah mitra strategis kami. Mereka punya energi, kapasitas, dan kepekaan sosial. Melalui KKN ini, mereka akan membantu memverifikasi dan memvalidasi data RTLH agar program tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,” tegas Luthfi.

Dalam kesempatan tersebut, Luthfi mengungkapkan bahwa total RTLH di Jawa Tengah mencapai 1,01 juta unit, dan tahun 2025 Pemprov menargetkan renovasi 17.000 unit di 35 kabupaten/kota.

Di Kudus, terdapat 254 unit RTLH yang akan direnovasi tahun ini, dan hingga pertengahan 2025, sudah 182 unit rampung dikerjakan.

Namun menurutnya, tantangan utama bukan hanya pada jumlah bantuan, melainkan pada akurasi data.

“Validasi tidak cukup hanya dengan centang. Harus ada foto, wawancara, dan pemetaan kondisi rumah tangga: berapa anak, apakah sekolah, penghasilan keluarga, hingga frekuensi makan. Semua ini penting untuk melihat kemiskinan secara menyeluruh,” jelas Luthfi.

Gubernur menekankan bahwa RTLH bukan hanya soal perbaikan fisik rumah, melainkan juga soal pembangunan sosial secara menyeluruh — mulai dari pendidikan, akses kesehatan, hingga ekonomi keluarga.

“Inilah makna KKN tematik. Mahasiswa tidak hanya membawa data, tapi juga membuka mata terhadap persoalan-persoalan riil di desa. Dan dari sanalah kebijakan bisa dirancang lebih tepat,” tambahnya.

Rektor UMK, Darsono, menyatakan bahwa keterlibatan kampus dalam program ini adalah bentuk kontribusi nyata UMK terhadap pembangunan daerah.

“Setiap tahun KKN Tematik kami sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Tahun ini, fokus kami pada RTLH karena ini yang paling mendesak. Kami ingin mahasiswa UMK menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.

Ia berharap, kehadiran mahasiswa di desa tidak hanya menghasilkan data, tapi juga memberi inspirasi bagi warga desa, terutama generasi muda, untuk ikut terlibat dalam pembangunan komunitas.(KS01)

Tags

Terkini