nasional

Jokowi Beri Pesan Kuat di Kongres PSI: Belajar dari Kegagalan, Jangan Ulangi Kesalahan, Harus jadi Partai untuk Rakyat

KS1
Sabtu, 19 Juli 2025 | 16:53 WIB
Jokowi Beri Pesan Kuat di Kongres PSI: Belajar dari Kegagalan, Jangan Ulangi Kesalahan, Harus jadi Partai untuk Rakyat. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menyampaikan serangkaian pesan penting kepada kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Kongres I PSI yang berlangsung di Graha Saba Buana, Solo, Sabtu 19 Juli 2025.

Dalam suasana yang penuh semangat, Jokowi memberikan refleksi tajam sekaligus motivasi kepada partai yang kini mengusung simbol gajah itu.

Di hadapan ribuan peserta kongres, Jokowi membuka lecutan semangat dengan mengungkapkan kedekatan emosionalnya terhadap PSI. Bukan hanya karena lokasi kongres berada di tempat yang familiar baginya, tetapi juga karena atmosfer optimisme dari kader muda PSI yang terasa sejak awal ia memasuki ruangan.

“Dua menit dari rumah ke sini, tapi semangatnya langsung terasa. Dari wajah, cara menyapa, saya bisa lihat mana yang betul-betul semangat, mana yang hanya formalitas. Saya paham dinamika seperti itu,” ujar Jokowi sambil tersenyum.

Dalam pidatonya, Jokowi menekankan dua kali kegagalan PSI dalam menembus parlemen pada Pemilu 2019 dan 2024 seharusnya menjadi bahan introspeksi. Menurutnya, pengalaman adalah modal penting untuk memperbaiki langkah dan strategi.

“Kesalahan yang sama tidak boleh terulang di 2029. Semua harus disiapkan sejak sekarang. Jangan menunggu injury time. Baik rekrutmen calon legislatif maupun perencanaan politik makro dan mikro harus matang,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun struktur partai yang solid, dari pusat hingga ke tingkat desa. Mesin partai yang lengkap dan aktif, menurut Jokowi, menjadi syarat utama untuk menggerakkan kekuatan politik secara maksimal.

“Kalau strukturnya tidak jelas, bagaimana bisa digerakkan? Kita tidak bisa hanya mengandalkan euforia atau popularitas,” tandasnya.

Salah satu hal yang diapresiasi Jokowi secara terbuka adalah sistem pemilu internal PSI yang berbasis e-voting dan menerapkan prinsip one man, one vote. Ia menyebut ini sebagai terobosan dalam demokrasi partai politik di Indonesia.

“Dengan sistem ini, suara anggota benar-benar dihargai. Tidak ada keputusan elit tertutup. Semua terbuka. Ini revolusi kecil yang bisa jadi inspirasi demokrasi digital ke depan,” ungkap Jokowi.

Ia meyakini, jika sistem ini terus dirawat, maka partisipasi politik akar rumput akan tumbuh signifikan. Dari 84 ribu peserta hari ini, ia memperkirakan jumlah itu bisa tumbuh menjadi jutaan dalam waktu beberapa tahun ke depan.

Membangun Kekuatan Politik

Jokowi juga mengingatkan membangun kekuatan politik tidak bisa dilakukan secara instan. Ia menilai, dengan kerja keras dan organisasi yang rapi, PSI memiliki peluang besar menjadi kekuatan politik nasional, namun puncaknya belum tentu di 2029.

“Feeling saya, PSI baru akan benar-benar jadi partai besar di 2034. Tapi pondasinya harus dibangun mulai sekarang,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Menutup pidatonya, Jokowi menekankan bahwa perjuangan PSI harus berpijak pada kepentingan bangsa, bukan kelompok atau individu. Ia menyatakan dukungannya terhadap langkah PSI, namun menegaskan bahwa jalan menuju partai besar menuntut dedikasi dan konsistensi.

“Jangan hanya jadi partai untuk orang-orang tertentu. PSI harus menjadi partai untuk rakyat. Kerja keras, struktur yang solid, dan strategi yang terencana — itu kuncinya,” pungkasnya. (KS01)

Tags

Terkini