BOYOLALI, KLIKSOLONEWS.COM — Kekerasan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi. Kali ini kejadian memilukan menimpa empat anak di Desa Mojo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.
Anak-anak tersebut ditemukan dalam kondisi memprihatinkan: kelaparan, tidur di luar rumah tanpa alas, bahkan kaki mereka dirantai. Peristiwa ini menggemparkan warga setempat dan kini dalam penanganan aparat berwenang.
Kepala Desa Mojo, Bagus Muhammad Muksin, membenarkan kabar tersebut saat dikonfirmasi pada Senin 14 Juli 2025. Ia menyebut kejadian kekerasan terhadap anak tersebut terjadi di salah satu rumah warga bernama SP.
“Kejadiannya benar, pelaku merupakan warga kami. Anak-anak itu ditemukan pada Minggu (13/7) dini hari,” ujar Bagus.
Menurut keterangan, empat anak berusia antara 6 hingga 14 tahun tersebut telah tinggal bersama SP dalam sebuah rumah di desa tersebut. Namun sejak Sabtu 12 Juli 2025, SP meninggalkan mereka tanpa pengawasan dan tanpa asupan makanan layak.
“Anak-anak itu ditinggal pergi, dan hanya diberi makan singkong rebus. Tidak ada nasi atau makanan bergizi. Kemungkinan sudah sebulan terakhir seperti itu,” tambah Bagus.
Tragedi ini terungkap setelah salah satu anak, MAF, nekat keluar rumah demi mencari makanan untuk adik-adiknya yang kelaparan.
MAF berjalan hingga ke wilayah Desa Kacangan dan mencoba membuka kotak amal masjid sekitar pukul 01.30 WIB, Minggu dini hari. Namun aksinya diketahui warga.
“Anak itu mondar-mandir di sekitar masjid dengan membawa sarung, terlihat kebingungan. Warga yang curiga kemudian menghampirinya,” jelas Bagus.
Saat dimintai keterangan, MAF mengaku ingin membeli makanan karena adik-adiknya sudah sangat lapar dan tidak makan nasi selama sebulan. Warga pun terkejut mendengar pengakuan tersebut dan segera mengantarnya pulang ke rumah tempat ia tinggal.
Sesampainya di lokasi, warga menemukan tiga anak lainnya dalam kondisi mengenaskan, tidur di lantai tanpa alas dan kaki dirantai. Ketiga anak tersebut adalah VMR (6), adik kandung MAF, serta kakak-beradik SAW (14) dan IAR (11) asal Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.
Warga setempat langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang. Saat ini, anak-anak tersebut telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis dan pendampingan psikologis. Sementara pelaku SP tengah dicari untuk dimintai pertanggungjawaban hukum.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak untuk lebih peka terhadap kondisi anak-anak di lingkungan sekitar. Kekerasan dan pengabaian terhadap anak bukan hanya mencederai masa depan mereka, tetapi juga melanggar hukum dan nilai-nilai kemanusiaan. (KS01)