nasional

Program Sekolah Kemitraan Gubernur Ahmad Luthfi Bantu Arsad Raih Mimpi di Tengah Keterbatasan

KS1
Sabtu, 12 Juli 2025 | 18:00 WIB
Program Sekolah Kemitraan Gubernur Ahmad Luthfi Bantu Arsad Raih Mimpi di Tengah Keterbatasan. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

KABUPATEN SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM — Harapan Arsad Abi Mubarok untuk kembali melanjutkan pendidikan setelah lulus dari SMP akhirnya terwujud.

Berkat Program Sekolah Kemitraan yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, remaja asal Desa Kebonagung, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang ini, kini bisa kembali duduk di bangku sekolah menengah.

Saat ditemui di rumah sederhananya, Arsad terlihat duduk sendiri di lincak depan rumah, memegang buku di tangannya. Rumah itu berdinding bata tanpa plester, berlantai tikar, dan memiliki kamar mandi yang terpisah dari bangunan utama.

Di situlah Arsad menjalani hari-hari setelah lulus dari SMP Negeri 2 Sumowono, menunggu peluang untuk kembali bersekolah.

“Saya lulus dari SMP, tapi belum bisa melanjutkan karena keterbatasan biaya,” ujar Arsad, Jumat 11 Juli 2025.

Ayahnya, Ratno Suratmin, bekerja sebagai buruh proyek di Kalimantan dan hanya pulang lima bulan sekali. Sementara ibunya, Parsiyah, adalah buruh tani yang bekerja dari pagi hingga matahari terbenam. Penghasilan kedua orang tua Arsad hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Keinginan melanjutkan pendidikan sempat surut, karena SMA negeri terdekat berada di Ambarawa, berjarak lebih dari 18 kilometer dari rumahnya. Sementara jika memilih sekolah swasta, biaya yang dibutuhkan terlalu berat bagi keluarganya.

Namun harapan itu kembali tumbuh setelah Arsad mengetahui adanya Program Sekolah Kemitraan Ahmad Luthfi. Program ini membuka akses pendidikan menengah bagi siswa dari keluarga kurang mampu, dengan biaya yang sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.

“Alhamdulillah, saya terdaftar di SMA Muhammadiyah Sumowono, yang jaraknya hanya lima kilometer dari rumah,” kata Arsad, tersenyum.

Dengan semangat baru, Arsad berjanji akan belajar lebih giat dan bercita-cita bisa mengangkat derajat keluarganya. “Saya ingin membanggakan orang tua dan bisa hidup lebih baik ke depannya,” ungkapnya penuh haru.

Badriyah, Sekretaris Tim SPMB di SMA Muhammadiyah Sumowono, menilai program ini sangat membantu siswa seperti Arsad. Menurutnya, banyak anak dari keluarga tidak mampu terhambat melanjutkan sekolah karena jarak dan biaya.

“Dengan adanya sekolah kemitraan, anak-anak ini bisa sekolah dekat rumah dan gratis. Ini solusi nyata,” jelas Badriyah. Ia menyebut pihak sekolah juga aktif melakukan sosialisasi agar program ini tepat sasaran.

Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini, menyebut total sementara ada 2.464 siswa yang terserap dalam program kemitraan. Jumlah tersebut terdiri dari 1.913 siswa pada tahap pertama dan 551 siswa pada tahap kedua.

“Tahap berikutnya tinggal proses daftar ulang. Setelah itu siswa akan mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah atau MPLS,” ujarnya.

Program Sekolah Kemitraan Ahmad Luthfi tak hanya membuka jalan pendidikan bagi siswa seperti Arsad, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa intervensi kebijakan yang tepat sasaran mampu mengubah masa depan generasi muda di Jawa Tengah. (KS01)

Tags

Terkini