nasional

Cegah Obesitas Anak: Kemenkes Gandeng Komdigi Batasi Iklan Makanan Tidak Sehat

KS1
Jumat, 11 Juli 2025 | 13:00 WIB
Cegah Obesitas Anak: Kemenkes Gandeng Komdigi Batasi Iklan Makanan Tidak Sehat. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM — Pemerintah memperketat pengawasan terhadap iklan makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak (GGL) yang menyasar anak-anak.

Langkah ini merupakan strategi lintas sektor dalam merespons meningkatnya angka kegemukan dan obesitas usia dini di Indonesia.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta sejumlah lembaga lainnya, menjadi garda depan dalam implementasi pembatasan tersebut.

“Anak-anak mudah terpengaruh konten promosi, apalagi melalui media digital yang mereka akses setiap hari,” ujar dr Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, dalam diskusi daring yang digelar Kamis 10 Juli 2025.

Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, hampir 12 persen anak usia 5–12 tahun mengalami kegemukan, dan sekitar 7,8 persen tergolong obesitas.

Angka ini dinilai mengkhawatirkan karena berpotensi memicu munculnya penyakit tidak menular (PTM) di usia muda, seperti gangguan jantung dan pembuluh darah, diabetes tipe 2, kanker, masalah kesuburan seperti PCOS, dan gangguan metabolik kronis

“Obesitas itu berkembang perlahan. Tapi karena itu pula, kita masih punya waktu mencegahnya lewat edukasi dan pembatasan konsumsi,” jelas dr. Nadia.

Pembatasan iklan GGL merujuk pada PP No. 28 Tahun 2024 tentang keamanan pangan. Regulasi ini diperkuat melalui kerja sama antarinstansi yakni BPOM mengawasi pelabelan produk dan mengedukasi konsumen.

Selanjutnya Kementerian Keuangan mendorong cukai terhadap produk tinggi GG, Kemendikdasmen menyisipkan kurikulum gizi dan pentingnya aktivitas fisik dan Badan Gizi Nasional menjamin asupan seimbang dalam program makan gratis

Kemenkes juga menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk anak-anak sekolah yang ditujukan sebagai alat pemantauan tren kesehatan dan identifikasi risiko obesitas sejak dini.

Langkah ini tak hanya soal pengendalian penyakit, tetapi juga bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045. Pemerintah menargetkan generasi muda yang sehat dan produktif sebagai pondasi menuju negara maju.

“Kalau tak kita antisipasi sekarang, beban kesehatan di masa depan akan semakin berat. Obesitas adalah masalah yang bisa dicegah dengan cara sederhana—tapi dampaknya sangat besar,” tutup dr. Nadia.(ks01)

Tags

Terkini