nasional

Wapres Gibran Tebar 50 Ribu Benih Ikan di Rowo Jombor, Dorong Ekowisata dan Ketahanan Pangan

KS1
Rabu, 9 Juli 2025 | 21:21 WIB
Wapres Gibran Tebar 50 Ribu Benih Ikan di Rowo Jombor, Dorong Ekowisata dan Ketahanan Pangan. (KlikSoloNews/dok)

KLATEN, KLIKSOLONEWS.COM — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menebar 50.000 benih ikan di Waduk Rowo Jombor, Kabupaten Klaten, dalam kunjungan kerjanya pada Rabu 9 Juli 2025.

Kegiatan tersebut turut didampingi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Benih yang ditebar terdiri dari 25.000 ekor ikan gurame dan 25.000 ekor ikan nila hitam, dilepas langsung dari atas kapal di tengah waduk. Selain sebagai aksi simbolik, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus penguatan ketahanan pangan daerah.

“Penebaran benih ikan ini untuk menjaga stok ikan di alam, meningkatkan pendapatan nelayan, dan memperkuat sektor pangan serta wisata,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi usai kegiatan.

Penebaran benih ini bukan hanya soal restocking ikan, namun juga menjadi langkah awal untuk pengembangan ekowisata berbasis perairan di Rowo Jombor. Gibran dan rombongan sempat berkeliling kawasan waduk dan berdialog dengan masyarakat sekitar.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah pusat dan daerah juga membahas potensi besar Rowo Jombor sebagai destinasi wisata unggulan. Waduk seluas 198 hektare ini rencananya akan dikembangkan menjadi lokasi wisata terpadu dengan konsep berkelanjutan.

“Kami rancang agenda tahunan seperti festival dan pembangunan jogging track untuk menghidupkan aktivitas wisata dan ekonomi warga,” jelas Luthfi.

Rowo Jombor bukan sekadar waduk pengendali banjir dan irigasi. Kawasan ini juga menjadi sumber penghidupan bagi setidaknya 195 nelayan, dengan produksi ikan pada 2024 diperkirakan mencapai 309,8 ton senilai Rp7,7 miliar. Komoditas utama antara lain ikan nila, tawes, dan jenis ikan air tawar lainnya.

Di sekitarnya juga terdapat kelompok pembudidaya ikan yang menggunakan karamba jaring apung (KJA), rata-rata 5–10 petak per orang, berukuran 6x12 meter.

Untuk sektor wisata, Rowo Jombor telah lama dikenal sebagai destinasi kuliner, pemancingan, hingga wisata alam. Pemerintah Kabupaten Klaten pun menjadikannya bagian dari pengembangan Desa Wisata Krakitan.(KS01)

Tags

Terkini