nasional

Dugaan Tabrak Lari di Jalan Yos Sudarso Solo Viral, Polisi: Masih Satu Kendaraan yang Terlibat

KS1
Senin, 7 Juli 2025 | 15:12 WIB
Dugaan Tabrak Lari di Jalan Yos Sudarso Solo Viral, Polisi: Masih Satu Kendaraan yang Terlibat. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Surakarta masih melakukan penyelidikan terkait insiden kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Gajahan, Solo, pada Rabu 2 Juli 2025.


Dalam kecelakaan tersebut, seorang pelari bernama HG (42), warga Solo Baru, meninggal dunia setelah sempat dirawat intensif di rumah sakit.


Kasat Lantas Polresta Surakarta, Kompol Agung Yudiawan, menyatakan bahwa dugaan tabrak lari yang beredar luas di media sosial hingga kini belum dapat dipastikan kebenarannya.


Dari hasil penyelidikan sementara, justru tidak ditemukan bukti kuat adanya keterlibatan kendaraan lain selain sepeda motor Honda Revo bernomor polisi AD 6376 LS.


“Dari anggota Gakkum maupun Satlantas sudah melaksanakan penyelidikan, pengumpulan barang bukti dan keterangan (pulbaket), baik di lokasi kejadian maupun luar TKP.


Hasil sementara menunjukkan kecelakaan memang menyebabkan korban luka berat dan kemudian meninggal dunia,” ujar Agung saat ditemui di Mapolresta Solo, Senin 7 Juli 2025.


Menurut Agung, keterbatasan keterangan saksi mata menjadi kendala utama dalam mengungkap kronologi pasti kecelakaan.


Belum ada saksi yang melihat langsung kejadian secara utuh, dan dari rekaman CCTV di sekitar lokasi pun belum diperoleh informasi yang menguatkan adanya kendaraan lain.


“Dugaan yang berkembang di masyarakat terkait tabrak lari belum bisa dibuktikan. Sampai saat ini, hasil penyelidikan kami menunjukkan bahwa kendaraan yang terlibat hanya satu, yaitu Honda Revo dengan pengendara berinisial FA,” jelasnya.


Terkait kabar yang menyebut penyebab kecelakaan berasal dari pengendara lain yang diduga bermain ponsel saat berkendara, pihak kepolisian belum bisa memastikan lantaran minimnya bukti pendukung dan belum ada saksi mata yang menguatkan dugaan tersebut.


“Untuk perilaku pengendara saat kejadian, kami belum memperoleh keterangan lengkap. Pengendara FA juga masih dirawat di rumah sakit karena mengalami patah tulang di kaki dan jari kanan, sehingga belum bisa dimintai keterangan,” imbuh Agung.


Pihak kepolisian pun membuka ruang kepada masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut untuk memberikan informasi tambahan.


“Kami sangat berharap apabila ada masyarakat yang menyaksikan langsung kecelakaan itu, dapat segera menghubungi kepolisian. Ini penting untuk mengungkap kebenaran secara objektif dan mempercepat penyelesaian kasus,” pungkasnya.


Sebelumnya, kecelakaan tragis ini sempat memicu perhatian publik karena beredar narasi di media sosial yang menyebut terjadi tabrak lari melibatkan dua kendaraan. Namun sejauh ini, polisi belum menemukan bukti yang mengarah ke skenario tersebut.(KS01)

Tags

Terkini