nasional

Robot Anjing Polri Seharga Rp3 Miliar Tuai Polemik, Netizen Bandingkan dengan Produk E-Commerce

KS1
Sabtu, 5 Juli 2025 | 23:05 WIB
Robot Anjing Polri Seharga Rp3 Miliar Tuai Polemik, Netizen Bandingkan dengan Produk E-Commerce. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM — Perayaan Hari Bhayangkara ke-79 baru saja usai, namun satu atraksi dalam gelaran tersebut justru menyedot perhatian publik—dan menuai kontroversi.

Bukan soal parade atau atraksi personel, melainkan kehadiran robot anjing canggih milik Polri yang disebut memiliki kemampuan deteksi gas, evakuasi korban, hingga pembubaran massa dengan suara ultrasonik.

Masalahnya, bukan teknologinya yang dipersoalkan, melainkan harganya.

Robot tersebut dikabarkan dibanderol hingga Rp 3 miliar per unit. Klaim harga fantastis ini sontak membuat publik penasaran dan mulai menelusuri robot serupa di internet.

Hasilnya? Banyak yang mendapati kemiripan mencolok dengan Unitree Go2, robot anjing produksi perusahaan asal Tiongkok, Unitree Robotics.

Perbandingan pun bermunculan. Di sejumlah platform e-commerce global, Unitree Go2 dibanderol mulai dari Rp26 juta hingga Rp246 juta, tergantung versi dan kelengkapan fitur, seperti AI, kamera 4K, atau sistem Lidar.

Tak sedikit netizen mempertanyakan bagaimana robot yang secara fisik dan fitur serupa bisa melonjak harga hingga 10 kali lipat di tangan institusi negara.

“Mirip banget sama yang dijual di toko online luar negeri. Masak harganya beda sejauh itu?” tulis salah satu pengguna media sosial.

Bahkan ada yang menyindir, “Kalau bisa beli di e-commerce, kenapa harus keluar miliaran rupiah?”

Menanggapi hal tersebut, pihak Polri menyatakan bahwa robot yang digunakan bukan versi komersial, melainkan versi militer yang telah dimodifikasi untuk kebutuhan khusus kepolisian.

Namun hingga kini, belum ada penjelasan rinci soal komponen apa saja yang membuat harganya melonjak drastis dari versi aslinya.

Penjelasan teknis yang lebih transparan belum disampaikan secara resmi oleh Kepolisian, termasuk dokumen spesifikasi atau rincian pengadaan.

Polemik ini pun memicu dorongan dari publik agar dilakukan audit independen terhadap proses pengadaan robot tersebut. Mengingat anggaran yang digunakan adalah uang negara, keterbukaan informasi dinilai menjadi hal mutlak.

“Kalau memang ada modifikasi dan alasan teknis di balik harga itu, tunjukkan saja spesifikasinya secara terbuka. Jangan sampai rakyat merasa dikelabui,” tulis salah satu komentar yang viral di platform X.

Hingga laporan ini dibuat, belum ada klarifikasi resmi lebih lanjut dari Polri mengenai rincian spesifikasi robot anjing yang mereka gunakan ataupun transparansi harga pengadaan.(ks01)

Tags

Terkini