nasional

Kisah Inspiratif Wakapolres Klaten Kompol Heru Sanusi, Atraksi Terjun Payung Kibarkan Bendera Bhayangkara di Hadapan Presiden Prabowo

KS1
Jumat, 4 Juli 2025 | 17:30 WIB
Kisah Inspiratif Wakapolres Klaten Kompol Heru Sanusi, Atraksi Terjun Payung Kibarkan Bendera Bhayangkara di Hadapan Presiden Prabowo. (KlikSoloNews/dok Polda Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Aksi para penerjun payung dalam puncak peringatan Hari Bhayangkara Ke-79 di Monas, Jakarta, Selasa 1 Juli 2025, menyita perhatian masyarakat dan tamu undangan.

Di balik atraksi spektakuler tersebut, terdapat satu nama yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi Polda Jawa Tengah dan Polres Klaten, Kompol Heru Sanusi, Wakapolres Klaten yang sukses mengibarkan logo Polda Jateng di udara, tepat di hadapan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Kompol Heru Sanusi (38), perwira menengah kelahiran Sleman dan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2008, bukan sosok asing dalam dunia penerjunan.

Memulai karier di Korps Brimob pada Satuan 1 Gegana, Heru telah menempuh berbagai tugas taktis, termasuk di Detasemen D “Bantek” dan Detasemen B “Jibom”.

Ketertarikannya pada dunia terjun payung mulai berkembang sejak awal karier. Ia terpilih mengikuti pendidikan penerjun Polri pada 2009 dan hingga kini tetap aktif sebagai salah satu penerjun senior di kepolisian, meskipun telah menjabat sebagai Wakapolres.

Menjelang puncak Hari Bhayangkara, Kompol Heru mendapat undangan khusus untuk mengikuti seleksi sebagai penerjun dalam upacara kenegaraan tersebut.

Proses seleksi dimulai 14 hari sebelum acara, dilanjutkan latihan intensif hingga H-1, dengan briefing teknis dimulai sejak H-8 di Jakarta.

“Alhamdulillah saya terpilih menjadi salah satu dari 79 penerjun. Saya termasuk dalam 23 penerjun yang mendarat di titik utama, langsung di hadapan Presiden. Sebelum keluar dari pesawat, saya hanya fokus berdoa dan mengarahkan perhatian ke titik pendaratan,” ujar Heru.

Keberaniannya terjun dari ketinggian bukan hanya karena latihan semata, tetapi juga berkat dukungan kuat dari keluarga, terutama sang istri. Ia mengungkap bahwa keluarga turut hadir dan mendampingi selama proses seleksi, latihan, hingga hari pelaksanaan.

Ia pun teringat pesan dari seorang senior, “Tidak semua Jenderal Terjun Payung, Tidak semua Wakapolres Terjun Payung, dan Tidak semua istri mengizinkan suaminya terjun.” Kalimat tersebut menjadi pemantik semangat dan kebanggaan dalam setiap tugas yang dijalani.

Kompol Heru menganggap keikutsertaannya bukan sekadar kebanggaan pribadi, tetapi bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara. Baginya, setiap tugas, termasuk terjun payung dalam upacara kenegaraan, adalah wujud dedikasi dan profesionalisme anggota Polri.

“Saya memaknai ini sebagai panggilan tugas. Ini bukan hanya soal aksi di udara, tapi juga simbol semangat Bhayangkara dalam mengabdi dan memberi inspirasi,” katanya.

Keberhasilan Kompol Heru Sanusi mendapat apresiasi tinggi dari Polda Jateng. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyebut prestasi tersebut sebagai simbol keberanian, keahlian, dan dedikasi anggota Polri yang layak diteladani.

“Ini membuktikan bahwa Polri, khususnya Polda Jateng, tidak hanya kuat di lapangan tetapi juga mampu tampil memukau dalam situasi protokoler yang sangat penting. Semoga menjadi inspirasi bagi anggota lain untuk terus berprestasi,” ungkapnya, Jumat 4 Juli 2025.

Dengan aksi heroiknya, Kompol Heru Sanusi bukan hanya terbang tinggi di udara, tetapi juga telah mengangkat nama Polri, khususnya Polda Jateng dan Polres Klaten, di panggung nasional.

Semangatnya menjadi contoh nyata bahwa pengabdian bisa dilakukan dari ketinggian — secara harfiah dan simbolis.(KS01)

Tags

Terkini