nasional

Data BPS: Kelompok Makanan Kembali Jadi Penyumbang Utama Inflasi Juni 2025

KS1
Jumat, 4 Juli 2025 | 10:42 WIB
Data BPS: Kelompok Makanan Kembali Jadi Penyumbang Utama Inflasi Juni 2025. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi penyumbang utama inflasi pada Juni 2025. Ini menjadi perubahan signifikan setelah kelompok tersebut sempat mengalami deflasi pada bulan sebelumnya.

“Kelompok ini mencatat inflasi sebesar 0,46 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dengan andil 0,13 persen terhadap inflasi umum,” ujar Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers rilis data inflasi di Jakarta, Selasa 1 Juli 2025, dilansir Voiceofnusatara, jejariang KlikSoloNews.

Beberapa komoditas yang mendorong inflasi pada kelompok ini antara lain:

  • Beras: inflasi 1 persen (mtm), andil 0,04 persen

  • Cabai rawit: andil 0,03 persen

  • Bawang merah dan tomat: masing-masing andil 0,02 persen


Menariknya, bawang putih dan bawang merah juga tercatat sebagai komoditas penahan inflasi dengan andil negatif masing-masing -0,03 persen.

Inflasi Volatile Food dan Komponen Lain

Komponen harga bergejolak (volatile food) menjadi penyumbang utama inflasi Juni 2025 dengan kenaikan 0,77 persen (mtm) dan andil 0,13 persen terhadap inflasi umum. Komoditas seperti beras, cabai rawit, bawang merah, dan tomat mendominasi kelompok ini.

Sementara itu, inflasi inti (core inflation) tercatat naik 0,07 persen dengan andil 0,04 persen. Komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang utama pada komponen ini.

Untuk harga yang diatur pemerintah (administered prices), inflasi tercatat sebesar 0,09 persen dengan andil 0,02 persen. Kenaikan tarif angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, dan sigaret kretek mesin (SKM) menjadi faktor utama penyebabnya.

Secara keseluruhan, inflasi nasional pada Juni 2025 tercatat sebesar 0,19 persen (mtm). Inflasi tahunan mencapai 1,87 persen (year-on-year/yoy), sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) hingga Juni tercatat 1,38 persen.(ks01)

Tags

Terkini