JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, akhirnya angkat bicara terkait spekulasi pencalonannya sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Dalam pernyataan singkat pada Kamis 26 Juni 2025, Jokowi menegaskan dirinya tidak akan maju sebagai calon ketua umum partai berlambang mawar tersebut.
"Yang muda-muda saja. Saya kira lebih baik yang muda-muda," ujar Jokowi saat ditanya soal isu pencalonannya.
Saat ini, PSI masih dipimpin anak bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, yang telah mendaftar kembali sebagai calon ketua umum dalam Kongres PSI 2025.
Meski publik menduga Jokowi mundur demi memberi jalan kepada Kaesang, mantan Wali Kota Surakarta itu membantah asumsi tersebut.
"Enggak (khusus ke Kaesang), ke semua kandidat, siapa nanti yang dipilih," ujarnya, memberi restu kepada seluruh kandidat muda yang akan bertarung dalam pemilihan.
Kabar soal kemungkinan Jokowi masuk ke dunia partai sebagai Ketua Umum PSI sempat menguat dalam beberapa bulan terakhir, bahkan dihembuskan sejumlah elite PSI. Namun Jokowi memilih irit bicara dan hanya menyebut masih mempertimbangkan.
Spekulasi itu akhirnya berakhir setelah Kaesang resmi mendaftar sebagai calon ketum pada Sabtu 21 Juni 2025. Dalam pernyataannya, Kaesang menyebut sudah berdiskusi langsung dengan ayahnya mengenai pencalonan.
"Enggak mungkin juga anak sama bapak saling berkompetisi," kata Kaesang sambil tertawa.
Dengan keputusan Jokowi untuk tidak maju, peta persaingan dalam tubuh PSI kini dipastikan akan didominasi generasi muda.
Daftar tiga calon ketua umum PSI untuk periode 2025-2030 hanya diikuti putra Jokowi, Kaesang Pangarep sebagai petahana.
Adapun, dua nama lainnya adalah kader sekaligus aktivis media sosial Ronald Ariston Sinaga alias Bro Ron, dan mantan Ketum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Agus Mulyono Herlambang.
Hal ini sejalan dengan semangat partai tersebut yang sejak awal berdiri menempatkan anak muda sebagai garda utama perubahan dalam politik Indonesia. (ks01)