SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Pemkot Surakarta menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyiapkan sejumlah lahan eks sekolah dasar (SD) untuk dijadikan lokasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dukungan ini disampaikan langsung Wali Kota Surakarta, Respati Ahmad Ardianto dalam kegiatan terkait pembangunan dapur gizi yang digelar di Surakarta.
Menurut Respati, lahan-lahan yang sebelumnya merupakan bekas bangunan SD hasil penggabungan (regrouping) kini dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan dapur MBG tambahan di berbagai kecamatan.
“Kami dari Pemkot sudah menyiapkan lahan milik daerah, terutama eks SD yang sudah tidak digunakan. Di beberapa wilayah seperti Serengan, Pasarkliwon, dan Banjarsari masih banyak lahan yang potensial. Targetnya, verifikasi lokasi bisa selesai pada Agustus dan langsung mulai pembangunan,” jelasnya.
Saat ini, sudah ada lima dapur MBG yang aktif beroperasi di Solo. Pemerintah kota menargetkan penambahan dapur hingga mencapai 20 unit aktif sebelum akhir tahun.
Dengan kapasitas produksi hingga 3.000 porsi makanan bergizi per dapur setiap hari, Pemkot berharap program ini mampu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah secara masif.
“Kalau melihat estimasi kebutuhan, idealnya ada 40 dapur. Tapi kita capai secara bertahap. Tahun ini 20 dulu, sambil mengoptimalkan kolaborasi dari berbagai pihak seperti Polri, TNI, pelaku usaha, hingga komunitas seperti HIPMI,” terang Respati.
Meski demikian, ia menekankan bahwa percepatan pembangunan tidak boleh mengabaikan kualitas. Pemkot Surakarta tetap menjalankan tahapan verifikasi dan pengawasan ketat, baik terhadap dapur maupun menu yang akan disajikan.
“Kita tidak ingin program ini asal jadi. Proses verifikasi tetap berjalan seiring pembangunan. Yang disiapkan bukan hanya bangunan, tapi juga kualitas makanan, agar benar-benar layak dan sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan,” tegasnya.
Pemkot juga menggandeng Dinas Pendidikan untuk memvalidasi data penerima manfaat dari kalangan pelajar. Data ini nantinya akan digunakan untuk memastikan distribusi makanan berjalan adil dan tepat sasaran, dengan koordinasi langsung bersama pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional.
“Penting bagi kami untuk memastikan data siswa penerima sudah diverifikasi. Ini akan menjadi dasar penyaluran bantuan makan bergizi agar tidak meleset sasaran,” tandas Wali Kota Respati.
Dengan sinergi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, Pemkot Surakarta optimistis bisa menjadi salah satu daerah percontohan suksesnya pelaksanaan program MBG di Indonesia.(KS01)