nasional

Pemprov Jateng Dorong Sentra Kopi Lawu, Optimalkan Aset Daerah di Tawangmangu

KS1
Selasa, 24 Juni 2025 | 20:35 WIB
Pemprov Jateng Dorong Sentra Kopi Lawu, Optimalkan Aset Daerah di Tawangmangu. (KlikSoioNews/dok)

KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui kunjungan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) ke Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari penjajakan kerja sama dengan Yayasan Salam Putra Lawu, yang diketuai Aris Munandar.

Yayasan ini mengajukan minat untuk mengelola lahan tersebut sebagai Sentra Kopi Lawu, sebuah pusat edukasi, produksi, dan promosi kopi yang melibatkan petani lokal di kawasan lereng Gunung Lawu.

Hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares, perwakilan BPKAD Provinsi, dan Kepala Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Surakarta.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Yayasan Salam Putra Lawu. Kolaborasi seperti ini sejalan dengan arahan Bapak Gubernur untuk mengoptimalkan aset milik provinsi. Tidak hanya meningkatkan PAD, tapi juga memberdayakan petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pertanian berkelanjutan, khususnya komoditas kopi yang potensinya luar biasa di kawasan Lawu,” ujar Defransisco.

Sementara itu, Ketua Yayasan Salam Putra Lawu, Aris Munandar, menyatakan kesiapannya untuk mengelola Kebun Benih Tawangmangu menjadi Sentra Kopi Lawu dengan pendekatan from farm to cup.

“Kami akan mengembangkan ekosistem kopi dari hulu ke hilir. Mulai dari pelatihan petani kopi, riset varietas unggul, pengolahan pascapanen, hingga pemasaran dan wisata edukasi kopi. Ini adalah bentuk sinergi yang saling menguntungkan: bagi petani, pemerintah, dan masyarakat,” jelas Aris.

Sebagai informasi, lereng Gunung Lawu dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil kopi berkualitas di Jawa Tengah. Namun, potensi tersebut belum tergarap optimal.

Dengan luas lahan yang memadai, kondisi geografis yang ideal, serta semangat petani lokal, wilayah ini sangat strategis untuk dikembangkan menjadi klaster kopi unggulan.

Langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana aset daerah yang sebelumnya belum produktif bisa dihidupkan kembali melalui kemitraan strategis dengan pihak ketiga yang memiliki visi dan kapasitas untuk membangun ekonomi kerakyatan.

Pemanfaatan aset daerah secara kolaboratif seperti ini menjadi bagian dari program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kontribusi aset daerah terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan PAD secara berkelanjutan. (KS01)

Tags

Terkini