nasional

Forkopimda dan Tokoh Lintas Agama se-Soloraya Deklarasi Toleransi dan Persatuan Umat

KS1
Kamis, 19 Juni 2025 | 17:15 WIB
Forkopimda dan Tokoh Lintas Agama se-Soloraya Deklarasi Toleransi dan Persatuan Umat. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama tokoh lintas agama dari wilayah Soloraya menyatakan komitmen bersama untuk menjaga persatuan, kerukunan, dan toleransi antarumat beragama.

Deklarasi kebangsaan ini berlangsung di Gedung Warastratama, Surakarta, dan melibatkan tokoh agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Acara ini menegaskan upaya bersama seluruh pemangku kepentingan di wilayah Solo dan sekitarnya, termasuk Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten, dalam membangun harmoni sosial di tengah keberagaman.

Danrem 074/Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira, menekankan deklarasi ini selaras dengan visi besar nasional dalam meningkatkan toleransi umat beragama sebagai fondasi pembangunan bangsa.

“Kami berharap seluruh wilayah Soloraya mendukung program Asa Cita Presiden kedelapan, khususnya dalam memperkuat toleransi antarumat beragama,” ujarnya.

Kolonel Arry menilai tingkat toleransi di Solo tergolong tinggi, namun tetap membutuhkan penguatan sinergi antara masyarakat, pemuka agama, dan media. Ia juga mengajak media massa, kreator konten, hingga influencer digital untuk turut menyebarkan pesan-pesan perdamaian dan kebhinekaan.

Dalam waktu dekat, pihak Korem merencanakan program edukatif bertajuk “Camping Bhineka” yang ditujukan untuk siswa SD hingga SMP. Tujuannya, menanamkan semangat toleransi sejak dini melalui kegiatan kebersamaan lintas agama.

“Anak-anak dari berbagai agama akan kami ajak berinteraksi dan belajar bersama tentang pentingnya hidup dalam perbedaan,” jelas Kolonel Arry.

Selain itu, Forkopimda juga melakukan pemetaan terhadap seluruh organisasi masyarakat (ormas) guna memastikan tidak ada kelompok yang menyebarkan intoleransi atau memicu konflik sosial.

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karanganyar, Khuzaini Hasan, menyatakan dukungan penuh terhadap deklarasi ini. Menurutnya, forum FKUB se-Soloraya akan memperkuat komunikasi rutin antar tokoh lintas iman.

“Langkah Forkopimda dan Danrem sangat strategis. Forum FKUB akan terus rutin bertemu setiap tiga bulan sebagai wadah silaturahmi dan diskusi isu toleransi,” ungkap Khuzaini.

Deklarasi lintas agama ini menjadi penanda kuat bahwa Solo dan wilayah sekitarnya berkomitmen menjadi barometer nasional dalam menjaga keberagaman.

Di tengah dinamika sosial yang kompleks, sinergi antara pemerintah, tokoh agama, ormas, dan masyarakat menjadi kunci menjaga kedamaian, persatuan, dan nilai-nilai Pancasila.(ks01)

Tags

Terkini