nasional

Jalan RE Martadinata Solo Direkonstruksi, Sistem Satu Arah Diberlakukan Mulai 2 Juni hingga 5 September

KS1
Jumat, 30 Mei 2025 | 18:03 WIB
Jalan RE Martadinata Solo Direkonstruksi, Sistem Satu Arah Diberlakukan Mulai 2 Juni hingga 5 September. (KlikSoloNews/dok Dishub Surakarta)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Pemkot Surakarta melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) akan memulai proyek rekonstruksi Jalan RE Martadinata yang melintasi wilayah Kecamatan Jebres.


Untuk menunjang kelancaran proyek, ruas jalan tersebut akan diberlakukan sistem satu arah selama pengerjaan berlangsung.


Mulai Senin, 2 Juni hingga Jumat, 5 September 2025, arus lalu lintas di Jl RE Martadinata akan dialihkan menjadi satu arah ke timur. Pengaturan ini berlaku dari simpang Ketandan hingga simpang Gotong Royong (Mlipakan).


Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Solo, Mudo Prayitno, mengatakan pengaturan ini bertujuan untuk memperlancar aktivitas pembangunan dan mencegah terganggunya lalu lintas akibat pergerakan alat berat.


"Pengalihan arus ini penting agar proses konstruksi berjalan lancar dan aman bagi pengguna jalan," ujar Mudo pada Jumat 30 Mei 2025.


Pengalihan Arus


Bagi pengendara dari arah timur yang biasa berbelok kiri di simpang Mlipakan menuju Jl RE Martadinata, diarahkan untuk tetap lurus ke Jl Juanda.


Alternatif lain, mereka dapat berbelok ke kiri di simpang Balong menuju Jl Kapten Mulyadi atau terus ke simpang Warung Pelem dan belok kiri ke Jl Urip Sumoharjo.


Sementara itu, kendaraan dari Jl Kapten Mulyadi menuju Jl RE Martadinata masih diperbolehkan mengikuti rute seperti biasa tanpa pengalihan.


Dishub memperkirakan akan terjadi peningkatan lalu lintas di beberapa titik rawan, seperti di Simpang Balong, Warung Pelem, dan Ketandan.


Oleh karena itu, sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan, termasuk pemasangan rambu pengalihan arus, penempatan petugas pengatur lalu lintas dari pihak kontraktor, serta dukungan personel dari Satlantas Polresta Solo dan Dishub.


"Selain itu, waktu siklus pada lampu lalu lintas (APILL) di simpang-simpang terdampak juga akan disesuaikan," tambah Mudo.


Ia juga mengimbau warga untuk merencanakan perjalanan dengan lebih cermat dan, bila memungkinkan, memanfaatkan transportasi alternatif seperti sepeda motor atau layanan Batik Solo Trans (BST) demi mengurangi kemacetan.


“Kami berharap masyarakat dapat beradaptasi dan mematuhi aturan yang diberlakukan demi kelancaran proyek ini. Mari bersama kita wujudkan infrastruktur jalan yang lebih baik di Kota Solo,” pungkasnya. (KS01)

Tags

Terkini