nasional

Bersama Hadang Banjir Rob, Gus Yasin Ajak Warga Tanam Mangrove di Demak

KS1
Kamis, 29 Mei 2025 | 08:00 WIB
Bersama Hadang Banjir Rob, Gus Yasin Ajak Warga Tanam Mangrove di Demak. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

DEMAK, KLIKSOLONEWS.COM - Penanaman mangrove di Demak, banjir rob Demak, Taj Yasin Maimoen, penanganan rob Jawa Tengah, mangrove pesisir Jawa, normalisasi sungai Demak

Upaya penanggulangan banjir rob di Kabupaten Demak terus digenjot. Rabu 28 Mei 2025, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama warga Desa Surodadi menanam 1.000 bibit mangrove di pesisir utara.

Langkah ini menjadi bagian dari program jangka panjang pengendalian banjir dan abrasi pesisir yang telah merusak banyak wilayah di pesisir utara Jawa Tengah.

Kegiatan penanaman mangrove ini juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi untuk memperkuat ketahanan wilayah pantai dari ancaman air laut dan rob yang kian parah setiap tahun.

Dalam sambutannya, Wagub Taj Yasin menekankan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menghadapi persoalan banjir rob di Demak.

“Tidak boleh saling menyalahkan. Kita harus bersinergi dan bergotong royong. Kalau masih banyak yang terdampak, itu kesalahan saya juga sebagai yang belum mampu mengorkestrasi penanganan ini secara maksimal,” ujar Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Acara penanaman mangrove ini diikuti berbagai elemen, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Baznas Jateng, Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita, hingga masyarakat umum. Sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam di area seluas satu hektare di wilayah pesisir Surodadi.

Strategi Penanganan Rob di Demak: Dari Hulu hingga Hilir

Wagub juga menyebut bahwa selain menanam mangrove, Pemprov Jateng mulai memetakan wilayah sungai seperti Sungai Layaran, Dombo, dan Babon untuk melihat potensi pengendalian debit air dari hulu ke hilir.

“Penanganan rob tidak bisa hanya di pantai. Hulu dan tengah juga penting. Sungai-sungai ini harus kita kendalikan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir.

“Saya minta masyarakat juga peduli soal sampah. Jangan dibuang sembarangan, apalagi di aliran sungai atau pesisir,” katanya sembari menegur santai beberapa anak yang membuang sampah di sekitar lokasi penanaman.

Aksi penanaman mangrove ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menjelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2025. Sebanyak 17 kabupaten dan kota pesisir di Jateng dijadwalkan menggelar aksi penanaman serentak sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis iklim dan abrasi.

Sementara itu, anggaran penanganan bencana di Kabupaten Demak yang diusulkan mencapai Rp 1 triliun. Dana ini akan digunakan secara bertahap untuk memperkuat revitalisasi tanggul, normalisasi sungai, dan peningkatan infrastruktur penanggulangan rob lainnya.(KS01)

Tags

Terkini