nasional

Indonesia–Kamboja Perkuat Kerja Sama Tangani Kejahatan Transnasional dan Perlindungan WNI

KS1
Kamis, 22 Mei 2025 | 14:00 WIB
Indonesia–Kamboja Perkuat Kerja Sama Tangani Kejahatan Transnasional dan Perlindungan WNI. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM — Indonesia dan Kamboja menegaskan kembali komitmen bersama dalam memerangi kejahatan transnasional dan memperkuat perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri.

Penegasan ini menjadi hasil utama dari kunjungan delegasi Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Angkatan ke-34 ke Kamboja dalam rangka program Kuliah Kerja Luar Negeri (KKLN).

Dalam keterangan pers dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh, kunjungan yang melibatkan 40 delegasi ini bertujuan memberikan wawasan global kepada para calon pimpinan Polri, khususnya terkait penanggulangan kejahatan lintas negara dan penguatan diplomasi keamanan.

Pada Selasa 20 Mei 2025, delegasi Indonesia melakukan kunjungan terpisah dengan tiga lembaga penegak hukum utama di Kamboja:

Kepolisian Nasional Kamboja (CNP). Fokus diskusi mencakup isu penipuan siber, perdagangan manusia, narkotika, pencucian uang, hingga kejahatan teknologi. Kedua pihak sepakat pentingnya kolaborasi dan pengembangan kapasitas SDM. Diterima Wakil Ketua Tetap NCCT Lok Chumteav Chu Bun Eng, diskusi menyoroti ancaman perdagangan manusia yang kini semakin marak melalui platform digital.

Otoritas Nasional untuk Pemberantasan Narkoba (NACD). Pertemuan ini membahas sinergi regional dalam pemberantasan narkoba, termasuk penegakan hukum, rehabilitasi pengguna, dan edukasi masyarakat.

Implementasi MoU dan Perlindungan WNI

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menekankan pentingnya pelaksanaan konkret dari Nota Kesepahaman tentang Pemberantasan Kejahatan Transnasional yang telah ditandatangani pada 2023.

“Meningkatnya jumlah WNI yang tinggal dan bekerja di Kamboja turut meningkatkan risiko keterlibatan dalam kejahatan lintas negara, baik sebagai korban maupun pelaku, terutama pada kasus perdagangan manusia dan narkoba,” ujar Dubes Santo.

Delegasi juga dijadwalkan mengunjungi Provinsi Preah Sihanouk, khususnya Kota Sihanoukville, untuk bertemu otoritas lokal dan memperkuat perlindungan komunitas WNI. Wilayah ini dikenal sebagai daerah dengan populasi WNI terbesar di Kamboja.

Menurut data Kementerian Tenaga Kerja dan Pelatihan Vokasi Kamboja tahun 2024, terdapat lebih dari 131.000 WNI yang bekerja di negara tersebut, dan sekitar sepertiga berdomisili di Preah Sihanouk.(ks01)

Tags

Terkini