nasional

Sport Tourism Solo: GOR Indoor Manahan Jadi Magnet Event Nasional

KS1
Kamis, 22 Mei 2025 | 07:30 WIB
Sport Tourism Solo: GOR Indoor Manahan Jadi Magnet Event Nasional. (KlikSoloNews/dok Pemkot Surakarta)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menggandeng Raja Sapta Oktohari, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), meninjau langsung progres pembangunan GOR Indoor Manahan Solo.

Peninjauan ini dilakukan usai Raja Sapta mengunjungi Paralympic Training Center NPC Indonesia di Delingan, Kabupaten Karanganyar dalam rangkaian agenda olahraga nasional.

Dalam kunjungan ke GOR Indoor Manahan, Raja Sapta mengapresiasi kualitas infrastruktur yang tengah disiapkan. Ia menyebut fasilitas tersebut sangat layak untuk menjadi venue event olahraga bertaraf nasional hingga internasional.

“GOR Indoor Manahan ini luar biasa. Tinggal bagaimana mengisi fasilitas yang sudah tersedia dengan konten dan event menarik, tidak hanya olahraga, tapi juga hiburan,” ujar Raja Sapta di lokasi, Rabu 21 Mei 2025.

Lebih lanjut, Raja Sapta menyatakan akan membawa event tinju nasional ke Solo usai peresmian GOR Manahan tersebut. Hal ini didukung kesiapan sarana prasarana serta komitmen pemerintah daerah dalam pengembangan olahraga dan sport tourism.

“Setelah melihat GOR ini dan juga NPC Karanganyar dengan dua towernya yang luar biasa, saya yakin Solo siap menggelar event besar, termasuk tinju nasional,” tambahnya.

Kunjungan ini juga menjadi ajang reuni antara Respati dan Raja Sapta, yang pernah bekerja sama di INAPGOC, panitia penyelenggara Asian Para Games 2018. Dalam mini vlog yang diunggah Raja Sapta, ia menyebut Respati sebagai salah satu sosok kunci suksesnya penyelenggaraan ajang olahraga tersebut.

“Saya lagi di Solo, ini orang yang bikin sukses Asian Para Games 2018, Mas Ardi. Sukses selalu, salam olahraga!” ucap Raja Sapta sambil tersenyum ke arah kamera.

Respati yang kini menjabat Wali Kota Surakarta pun membalas hangat.

“Halo, dulu saya anak buahnya. Ini mantan bos saya,” katanya sembari tertawa.

Sport Tourism

Respati menegaskan komitmennya untuk menjadikan sport tourism sebagai penggerak ekonomi lokal. Ia menyebut meskipun Solo tidak memiliki kekayaan alam seperti kota wisata lain, potensi kunjungan dari event olahraga bisa memberikan efek berganda pada ekonomi dan sosial.

“Kita genjot dari sport tourism. Kalau ini dikelola dengan baik, efeknya bisa menyentuh banyak sektor—ekonomi, pariwisata, bahkan UMKM,” jelas Respati.

Sebagai kota yang juga menjadi markas besar National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Solo memiliki peran strategis dalam pengembangan olahraga disabilitas di Asia.

“Ada Pak Jokowi di Solo, ada Mas Gibran Wapres, dan Mas Ardi sebagai wali kota, semua pecinta olahraga. Solo punya potensi luar biasa untuk menjadi pusat kegiatan paralympic dan olahraga lainnya,” sambung Raja Sapta.(KS01)

Tags

Terkini