nasional

Jalur Lama Tawangmangu Kembali Telan Korban, Kakorlantas Lakukan Evaluasi Menyeluruh

KS1
Minggu, 18 Mei 2025 | 20:09 WIB
Jalur Lama Tawangmangu Kembali Telan Korban, Kakorlantas Lakukan Evaluasi Menyeluruh. (KlikSoloNews/dok)

KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM — Tragedi kembali terjadi di jalur lama Tawangmangu dan Sarangan. Kecelakaan maut yang menimpa pengendara di kawasan tersebut mengundang perhatian serius dari Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Korlantas Polri.

Investigasi langsung di lokasi kejadian pun segera dilakukan sebagai upaya mengurai akar persoalan.

Tim Traffic Accident Analysis (TAA) diterjunkan pada Minggu 18 Mei 2025 untuk melakukan pemetaan menyeluruh menggunakan teknologi pemindai canggih.

Hasil dari pemindaian ini akan menjadi dasar ilmiah dalam merumuskan langkah-langkah hukum serta kebijakan ke depan.

Kombes Pol Ruben Takaendengan, Kepala Subdit Kecelakaan Lalu Lintas Ditgakkum Korlantas Polri, mengungkapkan bahwa insiden ini bukan lagi persoalan kecelakaan tunggal, melainkan alarm akan perlunya peninjauan jalur yang sudah tidak layak digunakan.

“Kecelakaan ini terjadi di jalur tua yang sudah semestinya ditinggalkan. Jalur alternatif baru sudah dibangun, tetapi karena minimnya sosialisasi dan informasi di lapangan, masyarakat masih memilih jalur lama,” jelas Kombes Ruben, dilansir HarianKota, jejaring KlikSoloNews.

Ia juga menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi lintas instansi dengan pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, dan stakeholder lain guna merumuskan status jalur tersebut.

“Kami akan pertanyakan: apakah jalur ini masih layak dibuka, atau harus segera ditutup untuk keselamatan bersama. Tidak boleh ada lagi korban sia-sia,” tegasnya.

Selain menyoroti aspek teknis seperti kondisi jalan, jejak pengereman, hingga kemiringan kontur, investigasi juga difokuskan pada pemetaan titik-titik rawan yang perlu ditangani segera.

Menurutnya, dengan pendekatan berbasis data dan teknologi, penanganan tidak lagi didasari asumsi melainkan fakta ilmiah yang konkret.

“Temuan kami nanti akan menjadi dasar kebijakan. Ini penting agar kebijakan keselamatan lalu lintas tidak berhenti pada reaktif semata, tapi benar-benar preventif,” tambah Kombes Ruben.

Kecelakaan terbaru ini menambah panjang daftar insiden yang terjadi di jalur tua Tawangmangu–Sarangan, yang dikenal dengan tikungan tajam, turunan ekstrem, dan infrastruktur yang mulai termakan usia.

Korlantas menekankan bahwa penyelamatan nyawa pengguna jalan harus menjadi prioritas. Evaluasi menyeluruh terhadap jalur rawan akan terus digalakkan demi menghindari tragedi serupa di masa depan.(ks01)

Tags

Terkini