nasional

BNNP Bali Bongkar Jaringan Narkotika Internasional, Dua Kazakhstan Ditangkap

KS1
Kamis, 15 Mei 2025 | 09:00 WIB
BNNP Bali Bongkar Jaringan Narkotika Internasional, Dua Kazakhstan Ditangkap. (KlikSoloNews/dok Ilustrasi)

DENPASAR, KLIKSOLONEWS.COM — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali berhasil membongkar jaringan narkotika internasional yang melibatkan dua warga negara asing (WNA) asal Kazakhstan.

Kedua pelaku yang berinisial GT (28) dan IM (35) ditangkap di kawasan Desa Batuan, Sukawati, Gianyar, dengan barang bukti 30 paket sabu-sabu seberat 49,18 gram.

Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol Rudy Ahmad Sudrajat, mengungkapkan bahwa keduanya diduga kuat merupakan kurir jaringan narkoba lintas negara yang dikendalikan dari luar Indonesia.

“Dari hasil pendalaman sementara, kedua WNA tersebut merupakan bagian dari jaringan internasional yang menargetkan wisatawan asing di Bali sebagai konsumen,” ujar Rudy di Denpasar, Senin 12 Mei 2025, dilansir Voiceofnusantara, jejaring KlikSoloNews.

Penangkapan berawal dari kecurigaan petugas terhadap gerak-gerik salah satu pelaku yang terlihat mencari sesuatu di pinggir Jalan Raya Batuan Kaler, sementara rekannya menunggu di atas sepeda motor yang masih menyala.

Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan paket sabu yang dibungkus plastik klip dan dilapisi lakban hitam.

Menurut penyelidikan awal, kedua tersangka menjalankan aksinya berdasarkan instruksi dari seseorang berinisial “EVIL”, yang diduga kuat sebagai pengendali utama jaringan dan saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh BNNP Bali.

Target Wisatawan Asing

Rudy menyebut, sindikat ini secara spesifik menargetkan wisatawan asing yang berkunjung ke Bali sebagai pasar utama. Hal ini menunjukkan upaya penyusupan jaringan narkoba internasional ke destinasi wisata populer di Indonesia.

“Ini menjadi perhatian serius karena melibatkan WNA dan mengancam citra Bali sebagai destinasi wisata yang aman,” tegas Rudy.

Kedua tersangka kini ditahan di Rumah Tahanan BNNP Bali untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Pihak BNNP juga berkoordinasi dengan instansi terkait dan interpol guna memburu pelaku utama serta mengungkap jaringan yang lebih luas. (KS01)

Tags

Terkini