nasional

Jangan Panik! Barang Jemaah Haji Hilang? Begini Cara Mengurusnya saat di Tanah Suci

KS1
Rabu, 14 Mei 2025 | 17:00 WIB
Jangan Panik! Barang Jemaah Haji Hilang? Begini Cara Mengurusnya saat di Tanah Suci. (KlikSoloNews/dok)

MADINAH, KLIKSOLONEWS.COM — Pergerakan jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah secara resmi dimulai sejak Jumat 10 Mei 2025.

Proses perpindahan ini menandai fase penting dalam rangkaian ibadah haji, yang ditandai dengan mobilitas tinggi ribuan jemaah.

Dalam kondisi seperti ini, potensi tertukarnya atau tertinggalnya barang bawaan menjadi perhatian serius para petugas.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Agama (kemenag.go.id), Kepala Seksi Layanan Transportasi dan Perlindungan Jemaah (Linjam) Daerah Kerja (Daker) Madinah, M Slamet, mengingatkan para jemaah agar lebih waspada terhadap barang-barang pribadi selama proses perpindahan dari satu kota suci ke kota lainnya.

“Dari tanggal 10 Mei ini, jemaah sudah mulai bergeser dari Madinah menuju Makkah. Dalam proses yang dinamis ini, terkadang ada barang jemaah yang tanpa sengaja tertukar atau tertinggal,” ujar M. Slamet saat memantau pergerakan jemaah di Sektor 5, Madinah, pada Senin 12 Mei 2025.

Untuk mengantisipasi kehilangan barang, jemaah diminta tetap tenang dan segera melapor ke petugas Linjam di sektor masing-masing.

Petugas siap membantu proses pelacakan dan pengembalian barang, dengan bekerja sama bersama pihak-pihak terkait, seperti pengelola pemondokan dan petugas bandara.

Slamet menjelaskan bahwa setiap sektor hotel tempat jemaah menginap telah dilengkapi dua petugas Linjam yang bertugas menerima laporan kehilangan.

“Sampaikan informasi sejelas mungkin mengenai ciri barang, lokasi terakhir terlihat, dan waktu kejadian agar memudahkan proses pelacakan,” jelasnya.

Salah satu kasus yang ditangani adalah kursi roda jemaah yang tertinggal di bandara. Petugas Linjam bandara langsung berkoordinasi dengan Daker Madinah, lalu mendata barang berdasarkan asal embarkasi, dan menyampaikan informasi tersebut kepada petugas sektor untuk disampaikan kembali ke pemiliknya.

“Barang-barang seperti koper, kursi roda, hingga telepon genggam merupakan yang paling sering tertinggal,” tambah Slamet.

Selain soal barang, Slamet juga mengingatkan pentingnya membawa identitas setiap saat. Hal ini sangat membantu jika ada jemaah yang tersesat atau lupa arah kembali ke hotel.

“Seluruh barang jemaah yang ditemukan akan kami amankan dan usahakan dikembalikan. Jika tidak ditemukan pemiliknya selama di Arab Saudi, barang-barang akan kami bawa kembali ke Indonesia,” tuturnya.

Kementerian Agama terus mengimbau jemaah agar tertib selama masa pergerakan, mematuhi arahan petugas, serta menjaga kondisi fisik dan kesehatan agar ibadah haji dapat berjalan lancar dan khusyuk hingga selesai.(KS01)

Tags

Terkini