nasional

Suhadi Kritisi Tuntutan Forum Purnawirawan TNI yang Ingin Lengserkan Wapres Gibran: Gerakan Politik Pribadi yang Tidak Sah

KS1
Senin, 5 Mei 2025 | 11:55 WIB
Suhadi Kritisi Tuntutan Forum Purnawirawan TNI yang Ingin Lengserkan Wapres Gibran: Gerakan Politik Pribadi yang Tidak Sah. (KlikSoloNews/dok)

Ia menyebut bahwa tuntutan lainnya hanya sebagai “pemanis” untuk mengaburkan agenda utama, yakni menjatuhkan legitimasi Wakil Presiden Gibran.


"Yang penting sebenarnya bukan soal UUD atau proyek nasional, tapi targetnya adalah menjatuhkan legitimasi Wapres Gibran," jelas Suhadi.


Pengacara berpengalaman ini juga menanggapi tudingan terhadap Gibran terkait batas usia pencalonan, yang menurutnya tidak berdasar. Suhadi menjelaskan bahwa proses pencalonan Gibran telah sah dan sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.


“Permohonan batas usia itu bukan diajukan Gibran. MK sudah memutus, dan putusan MK itu bersifat final dan mengikat,” terang Suhadi.


Lebih lanjut, Suhadi menjelaskan bahwa setelah putusan MK, DPR, KPU, dan lembaga-lembaga terkait telah mengikuti prosedur hukum yang berlaku sebelum Gibran resmi mendaftar sebagai calon wakil presiden.


Ia menyesalkan adanya narasi yang mencoba mendeligitimasi pasangan terpilih Prabowo-Gibran, padahal pasangan ini telah memperoleh dukungan rakyat secara sah.


Legitimasi Rakyat yang Kuat


Suhadi menegaskan bahwa hasil Pemilu 2024 telah memberikan legitimasi yang sangat kuat bagi pasangan Prabowo-Gibran, dengan 58 persen suara rakyat. "Ini bukan soal suka atau tidak suka, tapi harus diakui bahwa rakyat sudah memutuskan," kata Suhadi.


Lebih lanjut, Suhadi membela kapasitas Gibran sebagai wakil presiden terpilih, dengan menekankan rekam jejaknya yang jelas selama menjabat sebagai Wali Kota Surakarta.


Gibran juga telah dipercaya untuk mewakili negara dalam berbagai forum internasional dan urusan diplomatik. "Masa iya, cuma karena soal usia atau stereotip, lalu dianggap tidak mampu?" urai Suhadi.


Menanggapi polemik ini, Suhadi mengajak semua pihak untuk berhenti menggulirkan narasi destruktif dan mulai mendukung pemerintahan baru yang telah dilantik.


Ia kembali menegaskan bahwa pemerintah harus tetap fokus pada agenda pembangunan dan tidak terpengaruh oleh tekanan dari kelompok kecil yang sarat dengan kepentingan pribadi.


“Mari kita lihat ke depan. Pemilu sudah selesai. Kini saatnya semua elemen bangsa bersatu demi Indonesia,” tutup Suhadi. (**)

Halaman:

Tags

Terkini