nasional

Kerusuhan May Day di Semarang, Polisi Tetapkan 6 Anggota Kelompok Anarko sebagai Tersangka

KS1
Sabtu, 3 Mei 2025 | 19:36 WIB
Kerusugan May Day di Semarang, Polisi Tetapkan 6 Anggota Kelompok Anarko sebagai Tersangka. (KlikSolonews/dok Polrestabes Semarang)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Kepolisian terus mendalami kasus kerusuhan yang terjadi saat aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Semarang pada Kamis 1 Mei 2025.

Dalam perkembangan terbaru, enam orang dari kelompok yang teridentifikasi sebagai anarko telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M Syahduddi, didampingi Kasat Reskrim AKBP Andika Dharma Sena, menjelaskan keenam tersangka ditangkap usai aparat mengamankan 14 orang pasca kericuhan.

Mereka dijerat dengan pasal 214 KUHP subsider pasal 170 KUHP karena dianggap melawan petugas dan merusak fasilitas umum secara bersama-sama.

"Ada enam orang kita tetapkan sebagai tersangka. Semuanya memenuhi dua alat bukti dan unsur pasal yang disangkakan. Mereka memiliki peran berbeda-beda, mulai dari menyusun rencana hingga melakukan tindakan anarkis di lapangan, seperti merusak fasilitas dan menyerang petugas dengan batu dan kayu," ungkap Syahduddi dalam konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Sabtu 3 Mei 2025.

Kelompok ini diduga kuat bagian dari jaringan anarko, ditandai dengan ditemukannya grup WhatsApp yang secara eksplisit mencantumkan identitas sebagai kelompok anarko.

Pihak kepolisian kini tengah menelusuri lebih jauh aktivitas anggota grup tersebut, termasuk upaya mengungkap aktor intelektual di balik provokasi kerusuhan.

“Kami terus mendalami dan memburu jaringan kelompok anarko di wilayah Semarang. Langkah ini penting untuk menjamin keamanan dan ketertiban Kota Semarang dari segala bentuk tindakan anarkis yang berujung kriminalitas,” tegas Syahduddi.

-
Kerusugan May Day di Semarang, Polisi Tetapkan 6 Anggota Kelompok Anarko sebagai Tersangka. (KlikSolonews/dok Polrestabes Semarang)

Sebelumnya, aksi Mayday yang digelar sejumlah serikat buruh di depan Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah berlangsung damai.

Namun situasi berubah drastis ketika sekelompok massa berpakaian serba hitam tiba-tiba melakukan aksi vandalisme, pembakaran, serta menyerang petugas keamanan.

Akibat insiden tersebut, beberapa fasilitas umum rusak parah, termasuk pagar dan taman yang digunakan sebagai alat serangan terhadap petugas. Tiga anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka akibat bentrokan tersebut.

Polisi akhirnya mengambil langkah taktis dengan melakukan tindakan penguraian massa secara terukur. Sekitar pukul 17.45 WIB, situasi mulai kondusif dan arus lalu lintas di sekitar Jalan Pahlawan kembali normal.

“Setelah dilakukan tindakan kepolisian secara terukur, situasi di sepanjang jalan Kantor Gubernur kembali kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa,” pungkas Syahduddi.(KS01)

Tags

Terkini