Ia mengingatkan, musim lalu LavAni sempat mengalami antiklimaks meski tampil dominan sepanjang musim. Mereka harus puas menjadi runner-up usai dikalahkan Bhayangkara Presisi di partai final.
“Juara itu ditentukan di Yogyakarta, bukan di klasemen. Musim lalu kami unggul di semua pertemuan melawan Bhayangkara, tapi kalah di final. Tahun ini kami tak ingin mengulang cerita itu,” pungkas Roy.
Jakarta LavAni kini menatap laga melawan Bhayangkara Presisi dengan motivasi tinggi dan dukungan langsung dari para pendiri klub. Laga ini diyakini akan menjadi pemanasan ideal sebelum bertarung di grand final yang sesungguhnya. (ks01)