nasional

Irwasum Polri Apresiasi Panen Perdana Jagung di Bantul: Dekat Produktivitas Lahan Sawah!

KS1
Senin, 28 April 2025 | 20:40 WIB
Irwasum Polri Apresiasi Panen Perdana Jagung di Bantul: Dekat Produktivitas Lahan Sawah. (KlikSoloNews/dok)

BANTUL, KLIKSOLONEWS.COM – Prestasi membanggakan diraih Kapolres Bantul AKBP Novita Eka Sari bersama Kelompok Tani Pedukuhan Cangkring, Poncosari, Srandakan.

Mereka sukses melakukan panen perdana jagung di lahan non-baku sawah (LBS) dengan hasil mencengangkan: 7,32 ton per hektare — hampir setara dengan produktivitas sawah!

Irwasum Polri, Komjen Pol Dedi Prasetyo, mengapresiasi capaian ini. Ia menyebut panen jagung di Srandakan sebagai contoh nyata program ketahanan pangan nasional berjalan sukses berkat sinergi kuat antara Polri, Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, dan petani.

"Kolaborasi ini adalah kunci untuk mendorong swasembada pangan, khususnya jagung, sebagai bentuk kontribusi nyata Polri mendukung visi Presiden Prabowo Subianto," tegas Komjen Dedi, Senin 28 April 2025.

Kasatgas Ketahanan Pangan POLRI merinci, hingga 25 April 2025, Polri sudah menggarap 161.508,25 hektare lahan tanam jagung. Terdiri dari 144.177 hektare lahan produktif (138.047,10 Ha monokultur dan 6.129,90 Ha tumpang sari), daitambah 17.331,25 hektare pekarangan pangan bergizi.

"Ekspansi ini memanfaatkan lahan tidur dan pekarangan warga, dengan pengawasan berbasis data digital," jelas Komjen Dedi.

Kabar baik ini sejalan dengan data BPS yang dirilis 8 April 2025. BPS mencatat produksi jagung Januari–Maret 2025 melonjak signifikan yakni luas panen Februari 2025 naik 114,17% dibanding 2024, dan produksi jagung pipilan kering (14% kadar air) naik 122,43% menjadi 1,86 juta ton.

Komjen Dedi juga mengingatkan bahwa POLRI berperan sebagai fasilitator dan pengawas, bukan pelaksana teknis di lapangan.

Fokus utama Polri meliputi membentuk 3.863 kelompok tani dan 710 kelompok wanita tani, mengawal distribusi bantuan lewat aplikasi Gugus Tugas Polri untuk transparansi, melindungi petani dari praktik tengkulak dan menjaga HPP jagung di Rp5.500/kg, dan mendorong kerjasama dengan BULOG dan Pemda untuk menyerap hasil panen melalui MoU jaminan serapan.

"Polri memastikan seluruh hasil panen terserap dengan harga yang layak, sebagai bentuk nyata dukungan kepada petani," tutup Dedi.(KS01)

Tags

Terkini