nasional

Gubernur Ahmad Luthfi: Anak Muda Harus Jadi Petani Kreatif, Jalur Hijau Wajib Dijaga

KS1
Jumat, 25 April 2025 | 09:30 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi: Anak Muda Harus Jadi Petani Kreatif, Jalur Hijau Wajib Dijaga. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan sektor pertanian sebagai bagian dari misi besar Jateng menjadi lumbung pangan nasional pada tahun 2026.

Dalam Musrenbangwil Eks Karesidenan Pekalongan yang digelar di Pendopo Kabupaten Batang, Kamis 24 April 2025, Luthfi menyerukan pentingnya regenerasi petani lewat peran aktif anak muda.

“Bukan karena anak muda tak mau jadi petani, tapi kita harus merangsang rasa memiliki mereka terhadap profesi ini. Kita ingin mencetak petani milenial yang lebih kreatif dan produktif dibanding generasi sebelumnya,” kata Luthfi.

Gubernur mengungkapkan bahwa regenerasi petani di Jawa Tengah berjalan lambat, terlihat dari usia rata-rata petani yang semakin menua.

Oleh karena itu, Luthfi mendorong pemuda untuk hadir membawa ide-ide baru, seperti budidaya tanaman bebas pestisida, pemanfaatan teknologi pertanian, dan produksi bibit unggulan.

“Anak muda harus bisa menciptakan produk pertanian yang out of the box. Pemerintah siap dukung lewat program-program konkret,” ujarnya.

Selain soal regenerasi, Luthfi juga menekankan pentingnya menjaga eksistensi jalur hijau atau kawasan pertanian. Ia dengan tegas meminta para bupati dan wali kota untuk tidak mengubah fungsi lahan hijau yang telah ditetapkan.

“Jalur hijau yang sudah tercetak, jangan diubah. Itu tugas bupati dan wali kota untuk mengawasinya. Saya juga sudah titip ke Menteri ATR/BPN agar pengawasan terhadap perubahan lahan lebih ketat,” tegasnya.

Menurut Luthfi, produktivitas padi Jawa Tengah saat ini masih kalah dibanding Jawa Timur karena luas lahan pertanian yang terus menyusut. Ia berharap pada 2026, fokus pembangunan daerah bergeser dari pembangunan infrastruktur ke arah ketahanan pangan.

“Tahun 2025 kita fokus ke infrastruktur. Tapi 2026 adalah tahunnya swasembada pangan. Kita harus kompak, satu nafas, agar mimpi jadi lumbung pangan nasional bukan hanya wacana,” tutupnya.

Dengan dorongan regenerasi petani dan komitmen menjaga jalur hijau, Jawa Tengah diharapkan mampu memperkuat fondasi ketahanan pangan dan membuka peluang baru bagi generasi muda di sektor pertanian.(KS01)

Tags

Terkini