nasional

Gubernur Jateng Sentil Kepala Daerah saat Musrenbangwil: Jangan Asal Colok!

KS1
Kamis, 24 April 2025 | 08:30 WIB
Gubernur Jateng Sentil Kepala Daerah Saat Musrenbangwil: Jangan Asal Colok. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

KLATEN, KLIKSOLONEWS.COM – Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyentil para bupati dan wali kota saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Eks Karesidenan Surakarta di Pendopo Kabupaten Klaten, Rabu 23 April 2025.

Meski demikian, ia tetap menyetujui alokasi anggaran jumbo sebesar Rp 6 triliun untuk pembangunan infrastruktur jalan di seluruh kabupaten/kota.

Sentilan itu muncul saat Ahmad Luthfi menanggapi paparan para kepala daerah dari Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Kota Surakarta.

"Jangan asal colok (copy paste). Hampir semua pakai visi misi saat kampanye," kritik Gubernur yang menekankan pentingnya pendekatan bottom-up yang berkualitas dalam Musrenbang.

Ia menyoroti bahwa sebagian besar pemerintah daerah masih terlalu bergantung pada bantuan provinsi, sementara kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya mencakup sekitar 15 persen dari kebutuhan pembangunan. Sisanya, menurut Luthfi, harus disokong lewat kemitraan dengan swasta atau bantuan pemerintah pusat.

Meskipun memberikan kritik keras, Gubernur tetap menyalurkan dana pembangunan dalam jumlah fantastis. Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan untuk jalan provinsi hanya sekitar Rp 800 miliar, tetapi alokasi untuk infrastruktur jalan di 35 kabupaten/kota mencapai Rp 6 triliun.

“(Kabupaten/kota) yen njaluk sak karepe dewe, kei pora? Dijawab, kekno. Durung njaluk, wis tak wenehi,” ujar Luthfi, menggambarkan bahwa ia sudah memberikan bantuan bahkan sebelum diminta.

Ahmad Luthfi menegaskan  tahun 2025 merupakan tahun infrastruktur, sementara 2026 akan difokuskan untuk swasembada pangan. Oleh karena itu, proyek infrastruktur tahun ini diarahkan agar dapat mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan ke depan.

Infrastruktur Dialokasikan Rp6 Triliun

Dengan dasar itu, Gubernur meminta bupati dan wali kota juga lebih kreatif serta inovatif dalam pendanaan pembangunan di wilayahnya.

Meski Ahmad Luthfi juga menggelontorkan anggaran besar untuk kabupaten kota. Ia menyebut kebutuhan pembangunan jalan provinsi hanya berkisar Rp 800 miliar. Sementara untuk infrastruktur jalan 35 kabupaten/kota dialokasikan Rp6 triliun.

"Tanya Pak Manto (Ketua DPRD Jateng). (Kabupaten/kota) yen njaluk sak karepe dewe, kei pora? Dijawab, kekno. Durung njaluk, wis tak wenehi. (Kalau minta, semaunya sendiri. Dikasih tidak? Dijawab, dikasih. Sebelum meminta, sudah tak kasih,," katanya.

Pada Musrenbangwil tersebut, Ahmad Luthfi mengatakan, pada 2025 ini fokus pembangunan infrastruktur, sementara pada 2026 adalah swasembada pangan. Maka infrsatruktur yang digarap tahun ini harus mendukung keberhasilan pangan tahun depan.

Sementara itu, bupati dan wali kota secara bergantian memaparkan kondisi di daerah dan rencana ke depannya. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan, pihaknya mendorong infrastruktur jalan di Rawa Jombor. Selain sebagai akses pariwisata juga merupakan jalur pertanian.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi mengatakan, Kota Solo mendukung swasembada pangan melalui perluasan lapangan kerja hingga peningkatan daya saing UMKM. Sementara Kabupaten Boyolali dan Sukoharjo mengusulkan pembangunan irigasi serta rehab jalan di jalur pertanian.

Senada, Bupati Karanganyar dan Wonogiri juga mengajukan jalur-jalur pariwisata serta irigasi. Kemudian Bupati Sragen meminta anggaran lebih dari Rp 40 miliar untuk pembangunan embung, rehabilitasi jaringan irigasi, serta kandang ternak komunal. (KS01)

Tags

Terkini