nasional

Gerakan Nasional 1 Juta Pohon Matoa: Kemenag dan Wagub Jateng Ajak Semua Elemen Jaga Bumi

KS1
Rabu, 23 April 2025 | 10:45 WIB
Gerakan Nasional 1 Juta Pohon Matoa: Kemenag dan Wagub Jateng Ajak Semua Elemen Jaga Bumi. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, Selasa 22 April 2025. Untuk Provinsi Jawa Tengah, kegiatan dipusatkan di Masjid Sheikh Zayed, Kota Solo.


Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab, menyatakan gerakan ini merupakan bagian dari program “Asta Protas Kemenag”, khususnya dalam pilar ekoteologi—gagasan spiritual dalam menjaga keseimbangan alam.


“Hari ini kita mencanangkan gerakan nasional penanaman pohon matoa. Di Jawa Tengah sendiri akan ditanam sebanyak 19.000 pohon yang tersebar di 35 kabupaten dan kota. Ini adalah wujud nyata komitmen Kemenag dalam menjaga kelestarian lingkungan demi keberlangsungan hidup umat manusia,” ujarnya.


Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi inisiatif Kemenag. Ia menekankan pentingnya merawat bumi sebagai panggilan kemanusiaan, bukan semata tugas sektoral.


“Kita tidak sekadar numpang hidup. Kita semua adalah pemilik bersama bumi ini. Hari ini kita bersyukur dengan menanam pohon, bukan untuk kita sendiri, tapi untuk anak cucu kita,” ucapnya.


Gus Yasin juga menyoroti makna simbolik dari pohon matoa, yang berasal dari Papua. Menurutnya, pohon ini mencerminkan karakter bangsa Indonesia—kuat, manis, dan tangguh dalam berbagai kondisi.


“Buah matoa itu manis semuanya, nggak ada yang asam. Pohonnya juga kuat, seperti bangsa kita yang kokoh karena kerukunan dan kebersamaan. Tanpa itu, bangsa ini bisa rapuh,” jelasnya.


Penanaman pohon ini juga menggambarkan semangat toleransi yang kental di Kota Surakarta. Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen lintas agama, mulai dari Islam, Katolik, Hindu, hingga Konghucu.


“Pohon ini ditanam di lingkungan masjid, tapi kami mengajak saudara-saudara dari agama lain untuk turut serta. Ini simbol bahwa Indonesia adalah negara yang kuat karena keragaman yang menyenangkan,” imbuhnya.


Di akhir sambutan, Gus Yasin berharap gerakan ini menjadi bagian dari dukungan nyata terhadap upaya pelestarian lingkungan yang selama ini terus didorong Presiden Prabowo Subianto.


“Saya berharap acara ini menjadi bukti kecintaan kita terhadap alam, sekaligus dukungan terhadap visi Presiden yang konsisten dalam menjaga kelestarian bumi,” pungkasnya.(KS01)

Tags

Terkini