nasional

Musrenbangwil Pati: Jateng Fokus Ketahanan Pangan dan Aglomerasi Ekonomi

KS1
Senin, 21 April 2025 | 17:18 WIB
Musrenbangwil Pati: Jateng Fokus Ketahanan Pangan dan Aglomerasi Ekonomi. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

PATI, KLIKSOLONEWS.COM - Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional dalam arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2026.

Hal ini disampaikannya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) eks Karesidenan Pati yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati, Senin 21 April 2025.

Musrenbangwil ini turut dihadiri perwakilan dari lima kabupaten, yakni Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora, yang tergabung dalam wilayah pengembangan (WP) Jekuti dan Banglor.

“Program-program kita harus berjenjang, berlanjut, dan berkesinambungan. Pada 2025 kita sudah menyelesaikan infrastruktur dan pelayanan dasar. Tahun 2026 akan menjadi batu loncatan kita untuk swasembada pangan,” kata Luthfi di hadapan para kepala daerah.

Menurutnya, Jawa Tengah telah diproyeksikan untuk menyumbang sekitar 11 juta ton produksi padi secara nasional pada tahun 2025.

Hingga April 2025 saja, produksi padi Jateng telah mencapai 4,9 juta ton—sebuah indikator yang dinilai positif untuk mencapai target tersebut.

Gubernur Luthfi meminta para bupati agar memetakan persoalan riil di wilayah masing-masing yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan. Ia menegaskan agar tak ada lagi usulan-usulan yang bersifat rutinitas dan tidak menyentuh akar persoalan.

“Musrenbang ini masih tahap awal, kita belanja masalah dulu. Nanti finalnya saat Musrenbang provinsi. Akan kita hadirkan tokoh masyarakat, forkopimda, untuk menyampaikan solusi konkret,” tegasnya.

Untuk memperkuat ketahanan pangan, Luthfi menekankan pentingnya mempertahankan lahan hijau dan lahan pertanian dari alih fungsi menjadi kawasan bangunan.

Ia juga menyebut fasilitas irigasi seperti saluran primer, sekunder, dan tersier harus menjadi prioritas perbaikan.

“Daerah-daerah yang terdampak musim kering nanti kita intervensi, bisa dengan sumur atau metode lain yang akan dibahas lebih lanjut,” ujarnya.

Selain fokus pada swasembada pangan, kebijakan pembangunan daerah Jawa Tengah juga diarahkan pada penguatan wilayah aglomerasi ekonomi. Wilayah Jekuti (Jepara-Kudus-Pati) dan Banglor (Blora-Rembang) disebut memiliki potensi strategis dalam sektor pertanian, perikanan, industri, hingga pariwisata.

Aglomerasi WP Jekuti akan diarahkan pada pengembangan perkotaan Kudus–Jepara–Juwana–Pati, penguatan sektor industri dan pertanian, serta mitigasi bencana.

Sementara WP Banglor akan difokuskan pada pengembangan kawasan perkotaan Rembang dan Cepu, sektor industri, perikanan, serta pengembangan Bandara Ngloram.

“Aglomerasi ini adalah napas pertumbuhan ekonomi baru. Para bupati tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus bekerja sama untuk menciptakan pusat-pusat ekonomi baru,” pungkas Gubernur Luthfi. (KS01)

Tags

Terkini