nasional

Polisi Dalami Dugaan Keracunan Massal di Klaten, Penyelidikan Masih Berlangsung

KS1
Rabu, 16 April 2025 | 09:30 WIB
Polisi Dalami Dugaan Keracunan Massal di Klaten, Penyelidikan Masih Berlangsung. (KlikSoloNews/dok Polres Klaten)

KLATEN, KLIKSOLONEWS.COM – Polres Klaten tengah mendalami kasus dugaan keracunan massal yang terjadi di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten.

Peristiwa ini terjadi usai kegiatan halalbihalal keluarga besar di Dukuh Bendungan pada Sabtu 12 April 2025, malam, dan telah mengakibatkan sedikitnya 133 warga mengalami gejala muntah, diare, serta demam. Satu orang dilaporkan meninggal dunia.

“Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak cepat bersama stakeholder terkait untuk memberikan pertolongan pertama, mengevakuasi korban ke fasilitas medis, serta mulai mengumpulkan keterangan dari warga dan panitia,” ujar Kasihumas Polres Klaten, AKP Nyoto, Selasa 15 April 2025.

Sebanyak 48 korban dilarikan ke berbagai rumah sakit di Klaten, termasuk RS Bagas Waras, RSST, RS Cakra Husada, RS Bhayangkara, dan Puskesmas Gantiwarno. Sisanya ditangani di Pos KLB (Kejadian Luar Biasa) yang didirikan di sekitar lokasi kejadian.

Korban meninggal diketahui bernama Suparno (72), warga Dukuh Kwagean, yang sempat menjalani perawatan intensif sebelum akhirnya meninggal dunia.

Pemeriksaan Sampel dan Penyelidikan Berlangsung

Polres Klaten bersama Dinas Kesehatan, BPBD, dan tim gabungan lainnya kini tengah menyisir data korban, memeriksa lokasi kejadian, serta mengambil sampel makanan yang dikonsumsi dalam acara tersebut. Sampel telah dikirim ke laboratorium guna memastikan penyebab keracunan.

“Penyelidikan komprehensif sedang kami lakukan. Prioritas kami adalah menjamin penanganan medis untuk seluruh korban serta mengungkap penyebab utama kejadian ini secara ilmiah dan transparan,” lanjut AKP Nyoto.

Kronologi keracunan massal di Klaten bermula dari kegiatan halal bihalal trah keluarga yang digelar pada Sabtu malam mulai pukul 20.00 WIB hingga 03.00 WIB.

Sekitar 200 orang hadir dalam acara tersebut, yang turut menyajikan berbagai hidangan termasuk makanan ringan dan nasi kotak.

Gejala keracunan mulai dirasakan warga pada Minggu pagi sekitar pukul 06.30 WIB, dengan keluhan umum seperti mual, muntah, diare, dan demam.

Polres Klaten memastikan semua korban mendapatkan penanganan medis yang memadai. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna menjamin keselamatan warga serta mencegah kasus serupa terjadi di masa mendatang.

“Langkah-langkah penanggulangan terus kami lakukan, termasuk pendampingan terhadap keluarga korban dan pemantauan perkembangan kondisi korban yang masih dirawat,” tutup AKP Nyoto. (KS01)

Tags

Terkini